The 11Th Global Culture Festival Jadi Ajang Perkenalan Budaya

LEBIH dari 30 booth yang dibuka di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Jalan Colombo, Depok, Sleman, pada Selasa (3/12) akan menghiasi kegiatan kenal budaya mahasiswa asing dan lokal. Meski bertanda ke-11, namun untuk tahun ini merupakan yang pertama pascapandemi.

Bertajuk 11th Global Culture Festival (GCF)2024: Nurturing Global Harmony: Celebrating International Friendship, kata Kepala Kantor Internasional UNY Prof. Mochammad Bruri Triyono, acara mengusung konsep pengenalan budaya dari berbagai negara khususnya mahasiswa asing yang kini sedang belajar di UNY melalui kuliner atau makanan, fashion show serta talkshow.

Ia menambahkan, melalui pemahaman budaya diharapkan nantinya akan terjalin hubungan yang harmonis antara mahasiswa asing dan mahasiswa lokal. “Acara ini juga untuk mengenalkan UNY sebagai kampus berkelas dunia,” ujarnya.

BACA JUGA  Mahasiswa Asing UII Dikenalkan Budaya Indonesia lewat Cultural Program

Sementara Wakil Rektor Bidang RKSIU (Riset, Kerja Sama, Sistem Informasi dan Usaha) UNY, Prof. Margana menambahkan UNY kini telah berstatus sebagai PTN BH atau Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum, diharapkan menarik minat masyarakat internasional untuk kuliah di perguruan tinggi di Yogyakarta ini.

Menurut dia, UNY berharap ke depan akan memiliki mahasiswa asing yang lebih banyak lagi. Di UNY saat ini mengasuh lebih dari 160 mahasiswa asing dari berbagai negara baik Asia, Eropa, Afrika dan Amerika.

Untuk umum

Untuk memeriahkan acara ini, ujarnya, UNY mengundang para siswa SD – SMA untuk hadir dalam acara yang digelar sejak pagi hingga petang, hari Selasa (3/12).

BACA JUGA  Mahasiswa KKN UNY Sosialisasikan Rumah Tahan Gempa

GCF terbuka untuk umum dengan banyak kegiatan Panggung Seni berupa pertunjukan seni dari dalam dan luar negeri oleh mahasiswa internasional dan Indonesia. Bazaar Kuliner Internasional yang menampilkan stand makanan dariberbagai negara juga bisa dinikmati. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Dilema Pers di Mata KDM; antara Biaya Produksi dan Kebebasan Tanpa Etika

GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menyoroti dilema dan ketidakadilan yang dihadapi insan pers di tengah perkembangan media sosial. Di satu sisi, jurnalis dituntut menjunjung tinggi etika, kebenaran, dan independensi.…

Luncurkan Proyek SHIELD, UGM Kaji Wolbachia dalam Pengendalian Dengue

INDONESIA menghadapi beban dengue yang masih tinggi. Pada 2025, Indonesia tercatat menempati urutan kedua di dunia dalam jumlah kematian akibat dengue, dengan 703 kematian atau sekitar 17 persen dari total…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Memeras WNA

  • October 29, 2026
Silmy Karim Didakwa  Terima Rp1,2 Miliar dari Memeras WNA

Beri Bonus untuk Atlet dan Pelatih, Presiden Ucapkan Terima kasih

  • October 29, 2026
Beri Bonus untuk Atlet dan Pelatih, Presiden Ucapkan Terima kasih

Cegah Tabrak Belakang, Polda Jateng Tempeli Truk Stiker Reflektif

  • October 29, 2026
Cegah Tabrak Belakang, Polda Jateng Tempeli Truk Stiker Reflektif

Dilema Pers di Mata KDM; antara Biaya Produksi dan Kebebasan Tanpa Etika

  • October 29, 2026
Dilema Pers di Mata KDM; antara Biaya Produksi dan Kebebasan Tanpa Etika

Kembangkan AI, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Telekomunikasi

  • October 29, 2026
Kembangkan AI, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Telekomunikasi

Luncurkan Proyek SHIELD, UGM Kaji Wolbachia dalam Pengendalian Dengue

  • October 29, 2026
Luncurkan Proyek SHIELD, UGM Kaji Wolbachia dalam Pengendalian Dengue