Oknum TNI AL Kasus Pelecehan Divonis Bebas, Korban Ajukan Kasasi

MAJELIS hakim Pengadilan Militer III-12 Surabaya di Sidoarjo memvonis bebas terdakwa kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak tiri, Letnan Satu Laut (K) dr Raditya Bagus Kusuma Eka Putra pada Rabu (12/11).

Dalam putusannya, Ketua Majelis Hakim Kolonel Laut (H) Amriandie menyatakan, terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan sebagaimana dakwaan oditur militer.

“Menimbang bahwa terdakwa Letnan Satu Laut (K) dr Raditya Bagus Kusuma Eka Putra tidak terbukti secara sah bersalah melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk melakukan atau membiarkan perbuatan cabul, maka majelis memutuskan membebaskan terdakwa dari segala dakwaan,” kata Kolonel Amriandie saat membacakan amar putusan.

Putusan tersebut didasarkan pada Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2007 tentang Peradilan Militer serta sejumlah ketentuan perundangan lainnya. Dengan putusan bebas murni ini, oditur militer menyatakan masih akan mempertimbangkan langkah hukum lanjutan.

BACA JUGA  Cabuli Anak-Anak SD, Kakek 60 Tahun Diamuk Massa

Sangat kecewa

Terdakwa kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak tiri, Letnan Satu Laut (K) dr Raditya Bagus Kusuma Eka Putra. (Dok/Ist)

Putusan majelis hakim ini membuat kuasa hukum korban, Mochammad Irfan Syaifuddin kecewa. Menurut Irfan, majelis hakim mengabaikan alat bukti dan keterangan saksi yang telah dihadirkan dalam persidangan.

“Kami sangat kecewa. Hakim tidak mengindahkan bukti-bukti maupun saksi yang kami hadirkan. Semuanya dinilai tidak memenuhi unsur, sehingga putusan ini sangat menguntungkan terdakwa,” kata Irfan.

Irfan menambahkan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan oditur militer untuk mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

“Putusan ini sangat merugikan klien kami selaku korban. Kami tidak akan berhenti di sini,” kata Irfan.

Kondisi psikologis

Senada, dr Medy, ibu korban yang juga istri terdakwa, juga menyatakan kekecewaannya atas putusan tersebut. Medy menilai majelis hakim tidak melihat perkara secara utuh, termasuk kondisi psikologis anak dan keluarganya.

BACA JUGA  Polresta Sidoarjo Ringkus Pengedar Sabu 30 Kg Jaringan Asia

“Saya sangat sedih dan kecewa. Hakim seolah tidak mempertimbangkan bagaimana kondisi kejiwaan kami dan keterangan para ahli. Sejak awal saya sudah jelaskan bahwa pengakuan anak saya itu spontan, bukan dibuat-buat,” kata Medy.

Medy juga menyinggung bahwa terdakwa sebelumnya sempat terlibat dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan hanya dijatuhi hukuman percobaan.

“Saya tidak tahu lagi bagaimana nurani hakim ini. Kalau hanya melihat bukti-bukti tanpa mempertimbangkan keterangan ahli, rasanya sangat tidak adil,” ujar Medy.

Medy berharap adanya peninjauan kembali oleh otoritas militer agar kasus serupa bisa mendapat keadilan yang lebih berpihak pada korban. (OTW/N-01)

BACA JUGA  Ratusan Sopir Truk Tolak Aturan ODOL Jalur ke Surabaya Lumpuh

Dimitry Ramadan

Related Posts

MK Putuskan tidak Terima Gugatan Ijazah Gibran

MAJELIS Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan gugatan terkait keabsahan syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka saat menjadi calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2024 yang diajukan Denny Indrayana dan kawan-kawan (dkk),…

UI Jadi Kampus Terbaik Indonesia versi QS WUR

QUACQUARELLI Symonds (QS) melalui QS World University Rankings (WUR) kembali merilis peringkat kampus terbaik dunia 2027. Sebanyak 20 perguruan tinggi Indonesia masuk dalam daftar tersebut, dengan Universitas Indonesia (UI) berada…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

MK Putuskan tidak Terima Gugatan Ijazah Gibran

  • October 6, 2026
MK Putuskan tidak Terima Gugatan Ijazah Gibran

UI Jadi Kampus Terbaik Indonesia versi QS WUR

  • October 6, 2026
UI Jadi Kampus Terbaik Indonesia versi QS WUR

Serah Terima Pataka Tandai Pergantian Kapolda Jateng

  • October 6, 2026
Serah Terima Pataka Tandai Pergantian Kapolda Jateng

Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ranking Timnas Indonesia Naik Satu Tingkat

  • October 6, 2026
Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ranking Timnas Indonesia Naik Satu Tingkat

Peternak Ayam Ketawa Diimbau Mewaspadai Risiko Inbreeding

  • October 6, 2026
Peternak Ayam Ketawa Diimbau Mewaspadai Risiko Inbreeding

Gelar Festival, Unisa Utamakan Konsep Ramah Lingkungan

  • October 6, 2026
Gelar Festival, Unisa Utamakan Konsep Ramah Lingkungan