
BADAN Nasional Narkotika (BNN) Kabupaten Sleman, mendatangi 27 rumah kos yang ada di Manggulan, Condongcatur, Depok, Sleman pada Jumat (7/11). Dalam kegiatan itu, BNN Kabupaten Sleman mengajak jajaran Polresta Sleman, Kodim 0732/Sleman, Polsek Depok Timur, Satpol PP Sleman, Dinas Sosial Sleman, Dinas Kesehatan Sleman, Kapanewon Depok dan Kalurahan Condongcatur.
Kegiatan yang bertajuk Operasi Terpadu Pemulihan Kampung Rawan Narkotika itu merupakan bentuk pemulihan kampung rawan narkotika dan wujud komitmen bersama dalam menyelamatkan masyarakat dan generasi muda.
“Kampung ini teridentifikasi rawan disasar. Langkah yang kami lakukan untuk memulihkan suatu kampung agar dapat berdaya dan produktif baik dari segi ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan,” kata Kepala BNN Kabupaten Sleman, Kombes Pol. Teguh Tri Prasetya.
Tes urine
Kepada para penghuni kos di tempat tersebut kemudian BNN Kabupaten Sleman bersama tim lintas instansi ini menggelar tes urine, pemeriksaan penghuni kos khususnya identitas kependudukannya.
Teguh mengemukakan, dalam tes urine ini, tidak ditemukan adanya penyalahgunaan narkotika dan tidak pula ditemukam barag bukti. Selain pemeriksaan, warga 27 tempat kos tersebut mendapat edukasi dan sosialisasi bahaya narkoba.
Kegiatan ini imbuh Teguh, merupakan langkah strategis BNNK Sleman dengan seluruh stakeholder terkait untuk melaksanakan fungsi pencegahan dengan edukasi P4GN kepada penghuni kos, rehabilitasi melalui screening tes urine, pemberantasan melalui pemeriksaan profiling penghuni kos.
Langkah monitoring
Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji menegaskan, langkah ini cukup baik apalagi Condongcatur sudah menyandang gelar Desa Bersinar atau bersih dari narkoba.
“Kami, Pemerintah Desa Condongcatur mengapresiasi kegiatan ini sebagai langkah monitoring dari BNN Kabupaten Sleman. Semoga kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkala dan berkesinambungan,” katanya. (AGT/N-01)








