
REAL Madrid harus mengakui rival sekotanya Atletico Madrid. Dalam laga derby Madrid di Stadion Metropolitano, Real Madrid dipaksa takluk 1-2.
Alejandro Grimaldo (pen-53) dan Jonathan David (59′) menjadi pencetak gol Atletico. Sementara itu, Real Madrid hanya mampu membalas melalui Antonio Rudiger pada menit-menit akhir pertandingan.
Hasil ini membawa Atletico naik ke peringkat kedua klasemen La dengan 16 poin dari tujuh pertandingan.
Sebaliknya, Real Madrid turun ke posisi ketiga dengan 15 poin. Sementara itu, Barcelona masih memimpin klasemen dengan keunggulan lima poin atas Atletico Madrid.
Kecewa dengan wasit
Saat mengomentari laga tersebut, arsitek Madrid, Jose Mourinho murka. Namun bukan kekalahan itu yang membuat dia kecewa, melainkan kontroversi yang menyertai laga.
Ia merujuk salah satunua ketika wasit Ortiz Arias sempat memberikan kartu merah kepada bek Atletico Cristian Romero, tetapi keputusan itu berubah menjadi kartu kuning setelah wasit berkonsultasi dengan VAR dan meninjau tayangan melalui monitor di tepi lapangan.
Tak lama berselang, Lee Kang-in juga tidak dihukum setelah menerjang pergelangan kaki Federico Valverde. VAR bahkan tidak melakukan peninjauan terhadap insiden
“Wasit tidak berpengalaman memimpin derby. Dia itu kan baru berusia 41 tahun. Dia itu wasit yang buruk, yang cuma pernah memimpin laga-laga kecil,” cetus Mourinho .
“Selamat kepada komite wasit atas penunjukan ini. Banyak hal tidak wajay yang terjadi di stadion ini,” lanjut mantan pelatih Chelsea, Manchester United, dan Inter Milan ini.
Nilai Mourinho berlebihan
Di sisi lain, arsitek Atletico, Diego Simeone, menyesalkan ucapan Mourinho ini. Ia menilai Mourinho seharusnya bersikap bijak dengan menghormati keputusan wasit.
Simeone menyebut hal yang wajar jika kadang keputusan wasit tak menguntungkan sebuah tim.”Itu adalah momen-momen dalam pertandingan. Terkadang menguntungkan Anda, terkadang merugikan Anda,” ujar Simeone. (*/A-01)








