
BRASIL memastikan diri sebagai juara Grup C setelah menundukkan Skotlandia 3-0 pada pertandingan terakhir grup Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Amerika Serikat, Kamis.
Vinicius Junior menjadi pahlawan Selecao dengan mencetak dua gol pada menit ke-7 dan pada tambahan waktu babak pertama 45+3. Matheus Cunha kemudian menambah gol Brasil pada menit ke-60.
Kemenangan ini menegaskan status Brasil sebagai salah satu kandidat kuat juara. Tim besutan Carlo Ancelotti itu selanjutnya akan menghadapi tim peringkat kedua Grup F pada babak 32 besar di Houston pada Senin (29/6).
Menunggu nasib
Sementara itu, arsitek Skotlandia, Steve Clarke mengaku kecewa dengan kekalahan telak timnya. Menurut dia, mereka terlalu banyak membuat kesalahan yang berhasil dieksploitasi lawan.
“Kami membuat pertandingan menjadi sulit bagi diri sendiri. Kami memberikan mereka gol-gol itu, kami memberikan mereka permainan yang mereka inginkan,” kata Clarke selepas laga.
Akibat kekalahan tersebut peluang Skotlandia lolos ke fase gugur masih belum pasti. Tartan Army berada di posisi ketiga Grup C dengan tiga poin dan harus menunggu nasib.
Maroko lolos

Pada laga lain, Maroko sukses menyegel tiket ke babak 32 besar setelah mengatasi perlawanan sengit Haiti 4-2 dalam laga terakhir Grup C di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat, Kamis.
Keempat Maroko dicetak Achraf Hakimi, Ismael Saibari, Soufiane Rahimi, danGessime Yassine. Sedangkan dua gol Haiti yang pertama akibat gol bunuh diri kiper Yassine Bounou dan gol Wilson Isidor
Dengan hasil itu, Maroko finis di peringkat kedua Grup C dengan tujuh poin, sama dengan Brasil, tapi juara dunia lima kali itu punya keunggulan selisih gol.
Haiti harus puas menyudahi penampilan kembali mereka di Piala Dunia setelah lebih dari setengah abad hanya dengan melakoni tiga laga penyisihan grup. Mereka finis di urutan paling buncit Grup C tanpa meraih satu poin pun.
Sempat kesulitan

Bek Maroko, Achraf Hakimi mengakui sempat kesulitan pada awal pertandingan. Namun mereka berhasil bangkit setelah melakukan penyesuaian mental dan meningkatkan intensitas permainan.
“Ini pertandingan yang rumit dan sulit. Kami tidak memulainya dengan baik, tetapi kami mengubah pola pikir dan bekerja keras untuk kembali ke dalam pertandingan,” kata Hakimi.
“Pada babak pertama, pesannya adalah tetap fokus memenangkan bola-bola kedua. Kami tidak boleh membiarkan mereka semakin percaya diri,” ujar Hakimi. (*/M-1)






