Banyak Karhutla, Menhut Minta Aparat Lakukan Penyelidikan

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) terjadi  terjadi di sejumlah wilayah. Salah satunya terjadi di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bahkan harus menutup total seluruh akses wisata di wilayah tersebut agar upaya pemadaman kebakaran efektif.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni pun meminta aparat melakukan penyelidikan. “(Penyelidikan) kami serahkan kepada penegak hukum,” kata Menhut, ketika ditanya kemungkinan unsur kesengajaan pemicu kebakaran, dalam keterangannya, Minggu.

“Siapa pun yang melakukan pembakaran hutan dan lahan akan mendapatkan hukuman setimpal,” kata dia.

Sebelumnya, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menduga penyebab kebakaran di kawasan Gunung Bromo diduga karena aktivitas manusia. Dugaan tersebut didasari oleh munculnya titik awal kebakaran di area Blok Bantengan.

BACA JUGA  KLHK Segel 18 Lokasi Karhutla Seluas 3.119,8 Hektare

Balai Besar TNBTS menyebut terdapat jalur tradisional atau jalan tembusan yang menghubungkan antara Desa Arjosari dengan Ranu Pani di lokasi tersebut

Mereka pun mengimbau masyarakat agar menghindari penggunaan api saat beraktivitas di wilayah hutan karena bisa memicu kebakaran.

150 petugas

Selain di Bromo, Karhutla juga terjadi di Gunung Gede, Jawa Barat. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango mencatat sekitar 150 petugas gabungan dan relawan masih berupaya memadamkan api yang membakar lahan di kawasan tersebut.

Juru Bicara Balai Besar TNGGP Ade Bagja mengatakan petugas gabungan yang terdiri atas TNI/Polri, Damkar Cianjur, BPBD Cianjur, dan puluhan relawan dari berbagai organisasi dan perorangan terus berupaya memadamkan api yang membakar sekitar enam hektare lahan.

BACA JUGA  Ratusan Titik Panas Karhutla Kembali Membara di Sumatra

“Kendala pemadaman karena lokasi yang sulit dijangkau ditambah banyaknya pepohonan kering yang mudah terbakar, sehingga menyulitkan petugas dan relawan, untuk data pasti kami masih menunggu,” katanya.

Terkait dengan penyebab kebakaran berdasarkan hasil penelusuran awal, diduga karena faktor alam. Rumput dan pohon yang mengering terbakar akibat suhu panas cukup tinggi di kawah Wadon, sehingga menyulut kebakaran. (*/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Antar 730 UMK Raih Sertifikat Halal, BRI Sabet Penghargaan

PRESTASI membanggakan kembali diukir PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Mereka menerima penghargaan Excellence in Advancing Halal Readiness through Inclusive Financial Access for Micro and Small Enterprises (MSEs)…

Gandeng TBHF dan NAMA, UGM Dirikan Pusat Inovasi Kemanusiaan

DENGAN menggandeng The Big Heart Foundation (TBHF) dan NAMA Women Advancement Establishment, Universitas Gadjah Mada mendirikan Jawaher Al Qasimi Humanitarian Innovation Centre di Yogyakarta. Pusat Inovasi itu menjadi platform multidisiplin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Antar 730 UMK Raih Sertifikat Halal, BRI Sabet Penghargaan

  • September 23, 2026
Antar 730 UMK Raih Sertifikat Halal, BRI Sabet Penghargaan

Gandeng TBHF dan NAMA, UGM Dirikan Pusat Inovasi Kemanusiaan

  • September 23, 2026
Gandeng TBHF dan NAMA, UGM Dirikan Pusat Inovasi Kemanusiaan

Reuni dengan STY di Persija, Marcelino Siap Unjuk Kemampuan

  • September 23, 2026
Reuni dengan STY di Persija, Marcelino Siap Unjuk Kemampuan

Java United Sesali Kasus Diskriminasi STY dan Serahkan ke Komdis

  • September 23, 2026
Java United Sesali Kasus Diskriminasi STY dan Serahkan ke Komdis

Walkot Bandung Pastikan Pasien Influenza tak Ditolak Rumah Sakit

  • September 23, 2026
Walkot Bandung Pastikan Pasien Influenza tak Ditolak Rumah Sakit

BKSPTIS dan Aptik Dorong Ekosistem Pendidikan Tinggi Berkeadilan

  • September 22, 2026
BKSPTIS  dan Aptik Dorong Ekosistem Pendidikan Tinggi Berkeadilan