
TIM Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Yogyakarta memastikan stok hewan kurban tersedia dalam jumlah yang aman. Kepastian itu didapat setelah mereka memantau di UD Segar Farm, Pakuncen, Wirobrajan, Jumat (8/5).
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengungkapkan kebutuhan hewan kurban masyarakat dipastikan tercukupi meski sebagian besar pasokan masih didatangkan dari luar daerah seperti Gunungkidul, Magelang, Madura, hingga Bali.
Dengan banyaknya area pemasok maka langkah antisipasi terus diperkuat agar momentum Iduladha tidak memicu lonjakan inflasi maupun munculnya kasus penyakit ternak maupun penyakit zoonosis.
“Yang menjadi perhatian utama bukan hanya ketersediaan stok, tetapi juga kesehatan hewan kurban. Pemeriksaan kesehatan terus dilakukan bersama instansi terkait agar masyarakat mendapatkan hewan kurban yang aman dan sehat. Insyaallah kebutuhan tercukupi dan inflasi tetap terkendali,” ujar Wawan.
Alami kenaikan
Harga sapi kurban saat ini berada pada kisaran Rp24 juta hingga Rp25 juta per ekor. Meski mengalami kenaikan dibanding tahun lalu, kondisi pasar dinilai masih stabil dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Pemerintah juga mulai mengantisipasi maraknya pasar tiban hewan kurban dengan menyiapkan surat edaran agar pedagang wajib mengantongi izin penjualan serta rekomendasi dari kelurahan.
“Kami juga mengatur agar lapak penjualan tidak menggunakan aset milik pemerintah. Semua harus tertib dan memenuhi syarat kesehatan hewan,” imbuh Wawan.
Populasi ternak masih terbatas
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi, mengungkapkan populasi ternak di Kota Yogyakarta masih sangat terbatas. Saat ini populasi sapi hanya sekitar 200 ekor, sedangkan kambing jumlahnya lebih sedikit lagi.
Padahal pada Iduladha tahun lalu, total hewan kurban yang dipotong mencapai 15.777 ekor, baik di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) maupun titik pemotongan masyarakat.
“Karena itu Kota Yogya masih bergantung pada pasokan luar daerah. Namun seluruh hewan yang masuk wajib membawa Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan sertifikat veteriner. Pemeriksaan fisik juga dilakukan setiap hari oleh petugas,” jelas Sukidi. (AGT/N-01)








