Kecam Serangan AS dan Israel ke Iran, PBB minta Kembali ke Meja Perundingan

MASYARAKAT dunia cemas akan terjadinya konflik regional menyusul serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada Sabtu. Apalagi Iran kemudian menjawab serangan tersebut dengan meledakan sejumlah pangkalan militer AS di negara-negara Arab dengan rudal.

Kepala Hak Asasi Manusia PBB Volker Turk pun mendesak semua pihak kembali bernegosiasi, dengan mengatakan bahwa serangan hanya akan mengakibatkan kehancuran dan penderitaan.

“Saya mengecam serangan militer oleh Israel dan Amerika Serikat, dan serangan balasan Iran. Seperti biasa, dalam setiap konflik bersenjata, warga sipillah yang akhirnya harus membayar,” kata Turk dalam sebuah pernyataannya.

“Untuk itu saya mengimbau semua pihak kembali ke meja perundingan guna mencari solusi,” katanya.

Dialog damai

Seruan agar mereka yang berkonflik kembali berdialog juga disampaikan sejumlah negara. Salah satunya datang dari Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) melakukan percakapan telepon dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. Ia mendesak penghentian eskalasi dan kembali ke dialog.

BACA JUGA  Kue Red Velvet Ternyata sudah Ada Sejak Abad-19

“Kedua pihak menekankan perlunya penghentian segera terhadap tindakan eskalasi apa pun dan kembali ke meja dialog untuk menjaga keamanan regional dan mencegah pergeseran menuju konfrontasi lebih luas,” demikian pernyataan itu.

Senada, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia juga sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran. Kemlu RI pun menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi.

“Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai,” tulis Kemlu RI.

Munafik

Pada bagian lain, Rusia menyerukan warganya untuk meninggalkan Iran.  Mantan presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan bahwa perundingan dengan AS hanyalah kedok.

“Penjaga perdamaian itu berulah lagi. Perundingan dengan Iran hanyalah kedok. Semua orang tahu itu. Jadi siapa yang lebih sabar menunggu akhir yang menyedihkan,” kata Medvedev.

Berbeda dengan Rusia, China belum memberi respons. Namun sejak Jumat negara itu meminta warganya untuk keluar dari Iran. “Warga negara China yang saat ini berada di Iran disarankan untuk meningkatkan tindakan pencegahan keselamatan dan mengungsi sesegera mungkin,” kata kementerian luar negeri dalam pernyataannya.

BACA JUGA  Serangan Rudal Houthi Buat Warga Israel Panik

Menahan diri

Sementara itu, Uni Eropa menyerukan agar warga sipil dilindungi dalam konflik yang mungkin terjadi. Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen, juga mendesak semua pihak untuk menahan diri.

Pada bagian lain, pemerintah Inggris khawatir serangan kedua pihak dapat memicu konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Ia mendesak warganya di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan UEA untuk mencari perlindungan.

“Kami tidak ingin melihat eskalasi lebih lanjut menjadi konflik regional yang lebih luas,” kata juru bicara pemerintah Inggris.

Demikian halnya dengan Prancis yang mengatakan bahwa prioritas Paris adalah keselamatan warganya.

“Prioritas kami adalah perlindungan warga negara kami, perlindungan pasukan kami di wilayah tersebut, dan pemantauan situasi secara real-time,” kata Alice Rufo, wakil menteri pertahanan.

BACA JUGA  Jusuf Kalla Bertolak ke Qatar, Hadiri Pemakaman Ismail Haniyeh

Ketahanan energi

Di sisi lain, Uni Afrika Uni memperingatkan bahwa konflik dapat berisiko membahayakan masyarakat di benua itu.

“Eskalasi lebih lanjut berisiko memperburuk ketidakstabilan global, dengan implikasi serius bagi pasar energi, ketahanan pangan, dan ketahanan ekonomi, khususnya di Afrika, di mana konflik dan tekanan ekonomi tetap akut,” kata kepala badan pan-Afrika tersebut, Mahamoud Ali Youssouf.

Sebelumnya dilaporkan ledakan besar terdengar di ibu kota Teheran, serta sejumlah kota besar lainnya termasuk Isfahan dan Shiraz akibat serangan udara Israel dan AS. Tidak lama Iran melakukan balasan dengan menyerang pangkalan militer AS di Bahrain, UEA, dan Oman. (*/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Harga Kedelai Impor Meroket, Perajin Tahu-Tempe di Sidoarjo Menjerit

TREN kenaikan harga kedelai impor pascalebaran mulai mencekik para pelaku usaha kecil di Kabupaten Sidoarjo. Kenaikan harga itu berdampak langsung pada rantai distribusi, mulai dari tingkat agen hingga perajin tahu…

Sukses Gasak Chelsea, City kini Ancam Arsenal

MANCHESTER City sukses menggilas Chelsea 3-0 dalam lanjutan Premier League, Minggu malam. Ketiga gol the Citizen dalam pertandingan di Stamford Bridge dicetak Nico O’Reilly, Marc Guehi, dan Jeremy Doku. Kemenangan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Dampak Cuaca Buruk Sejumlah Lokasi di Sleman Longsor

  • April 14, 2026
Dampak Cuaca Buruk Sejumlah Lokasi di Sleman Longsor

Sering Buka Medsos, Tingkat Literasi Baca Tulis Anak Menurun

  • April 14, 2026
Sering Buka Medsos, Tingkat Literasi Baca Tulis Anak Menurun

PMI se-DIY Terima Hibah Alat Kesehatan Rp3,3 Miliar

  • April 14, 2026
PMI se-DIY Terima Hibah Alat Kesehatan Rp3,3 Miliar

Mendikdasmen Proyeksikan SMANOR Jatim Jadi Role Model

  • April 14, 2026
Mendikdasmen Proyeksikan SMANOR Jatim Jadi Role Model

Saksi Kasus TKD Damarsi Sebut Kades Hadiri Syukuran Pembangunan Kos-kosan 

  • April 14, 2026
Saksi Kasus TKD Damarsi Sebut Kades Hadiri Syukuran Pembangunan Kos-kosan 

Hara Hachi Bu, Prinsip Berhenti Makan Sebelum Kenyang

  • April 14, 2026
Hara Hachi Bu, Prinsip Berhenti Makan Sebelum Kenyang