
SEBANYAK 2.632 personel gabungan resmi diturunkan untuk mengamankan ajang Piala Presiden 2025 yang akan berlangsung pada 4 hingga 14 Juli 2025. Apel Gelar Pasukan Operasi Garuda Lodaya pun telah digelar di Stadion Si Jalak Harupat (SJH) Kabupaten Bandung, Jumat (4/7) lalu.
Para personel gabungan itu berasal dari Polda Jabar, Polrestabes Bandung, Polresta Bandung, Polres Cimahi, TNI, Satpol PP dan sejumlah instansi pendukung lainnya.
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan, Rudi menekankan pentingnya profesionalisme dan tanggung jawab seluruh personel yang terlibat. Sebab menurutnya sebagus apa pun perencanaan yang disusun, tanpa disiplin dan tanggung jawab, semua tidak akan berarti.
“Kita semua memiliki misi yang sama, yakni menjaga keamanan dan kelancaran pertandingan, sekaligus menjaga nama baik Jawa Barat di mata nasional maupun internasional,” jelasnya.
Jaga kekompakan
Kapolda juga menekankan agar seluruh petugas memahami betul tugas dan lokasi penempatannya, serta mengantisipasi berbagai potensi kerawanan di lapangan. Selain itu, seluruh personel diminta selalu menjaga kekompakan.
“Polri tidak bisa bekerja sendiri, begitu juga TNI dan instansi lainnya. Kita harus bersinergi, bahu-membahu dengan satu tujuan Piala Presiden 2025 aman dan lancar,” terangnya.
Menyoal isu suar (flare) yang kerap muncul di pertandingan sepak bola juga menjadi perhatian khusus. Kapolda menegaskan tidak akan ada toleransi terhadap flare dalam gelaran ini.
“Ketua PSSI sudah meminta agar pertandingan bebas flare. Ini target kita bersama, pastikan pemeriksaan di pintu masuk berjalan ketat,” tegasnya.
Rudi mengajak seluruh personel untuk selalu memanjatkan doa dan menjaga kekompakan agar seluruh rangkaian pengamanan berjalan lancar dan semua personel diberi keselamatan. (Rava/N-01)









