OCHA Peringatkan Dampak Evakuasi Massal di Gaza

KANTOR Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (OCHA) menyatakan keprihatinan mendalam atas perintah pengungsian massal yang dikeluarkan militer Israel pada Senin (22/7).

OCHA menyebut, kebijakan tersebut menjadi pukulan telak terhadap sistem pendukung kehidupan warga yang sudah rapuh di Jalur Gaza.

Perintah evakuasi terbaru ini mencakup wilayah seluas sekitar 5,6 kilometer persegi di Deir al Balah, meliputi empat lingkungan pemukiman.

Data awal memperkirakan antara 50.000 hingga 80.000 warga berada di area tersebut saat perintah diumumkan, termasuk sekitar 30.000 orang yang tengah mengungsi di 57 lokasi penampungan.

Sedikitnya 1.000 keluarga dilaporkan telah melarikan diri dari wilayah tersebut dalam beberapa jam terakhir.

Staf PBB masih berada di Deir al Balah dan tersebar di puluhan lokasi, yang koordinatnya telah disampaikan kepada pihak-pihak terkait.

BACA JUGA  Kompleks PBB di Gaza Diserang Israel, Satu Pekerja Tewas

OCHA peringatkan dampak evakuasi massal

OCHA menegaskan bahwa seluruh lokasi sipil, termasuk fasilitas kemanusiaan, harus tetap dilindungi, terlepas dari perintah pengungsian.

Wilayah yang kini diperintahkan untuk dikosongkan mencakup sejumlah infrastruktur penting, seperti gudang bantuan kemanusiaan, empat klinik kesehatan primer, empat pos medis, serta fasilitas air vital, di antaranya Pabrik Desalinasi Gaza Selatan, tiga sumur air, satu reservoir, satu tempat pembuangan sampah, dan satu stasiun pemompa air limbah.

OCHA memperingatkan, kerusakan terhadap infrastruktur ini dapat menimbulkan dampak yang mengancam jiwa.

Dengan perintah terbaru ini, luas wilayah Gaza yang berada di bawah perintah evakuasi atau zona militer Israel meningkat menjadi 87,8 persen.

BACA JUGA  PBB Desak Semua Perlintasan ke Gaza Dibuka Segera

Artinya, sekitar 2,1 juta warga sipil kini terdesak di sisa 12 persen wilayah Gaza, di mana layanan publik telah mengalami kehancuran total.

OCHA menambahkan, perintah evakuasi yang membentang dari Deir al Balah hingga ke Laut Tengah ini semakin memecah-belah wilayah Gaza, sekaligus membatasi ruang gerak PBB dan mitra-mitra kemanusiaannya dalam menyalurkan bantuan.

“Akses kemanusiaan sangat dibutuhkan saat ini, namun justru semakin tercekik,” tegas OCHA. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Jumlah Korban Meninggal akibat Gempa Venezuela 1.430 orang

PEMERINTAH Venezuela mengungkapkan bahwa jumlah korban tewas akibat gempa dahsyat di negara tersebut terus bertambah. Mereka mencatat saat ini jumlah korban meninggal dunia dalam musibah itu mencapai 1.430 orang, sedangkan…

AS dan Iran Kembali Saling Serang meski Sudah Berdamai

AMERIKA Serikat dan Iran dilaporkan kembali saling melancarkan serangan kendati sudah ada kesepakatan damai. AS dilaporkan telah menyerang sejumlah lokasi di sepanjang pesisir selatan Iran. Iran pun mengecam serangan tersebut.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Sukses Juarai AVC Men’s Cup 2026, Timnas Voli Putra Diganjar Bonus

  • June 29, 2026
Sukses Juarai AVC Men’s Cup 2026, Timnas Voli Putra Diganjar Bonus

Keterbatasan Fisik tidak Halangi Kuswantoro untuk Berprestasi

  • June 29, 2026
Keterbatasan Fisik tidak Halangi Kuswantoro untuk Berprestasi

PLN Xtracare, UP 3 Pematangsiantar Beri Sambungan Listrik Gratis

  • June 29, 2026
PLN Xtracare, UP 3 Pematangsiantar Beri Sambungan Listrik Gratis

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Banjir Lahar Berpotensi Terjadi

  • June 29, 2026
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Banjir Lahar Berpotensi Terjadi

Terlibat Narkoba, Oknum Pejabat Kanwil Ditjenpas Jambi Dijebloskan ke Penjara

  • June 29, 2026
Terlibat Narkoba, Oknum Pejabat Kanwil Ditjenpas Jambi Dijebloskan ke Penjara

Nelayan Mitra Undip Sukses Ekspor Ikan Teri ke Jepang dan Singapura

  • June 29, 2026
Nelayan Mitra Undip Sukses Ekspor Ikan Teri ke Jepang dan Singapura