
KECELAKAAN pesawat Air India yang menewaskan 260 orang bulan lalu disebabkan oleh pemutusan pasokan bahan bakar ke mesin pesawat, menurut laporan awal dari Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India (Aircraft Accident Investigation Bureau/AAIB).
Pesawat tujuan London itu jatuh sesaat setelah lepas landas dari Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel, Ahmedabad, pada 12 Juni 2025. Dari 243 orang di dalam pesawat, hanya satu penumpang yang selamat. Sejumlah korban lainnya tewas di darat setelah pesawat menghantam asrama BJ Medical College and Hospital.
Saklar pengontrol bahan bakar di kokpit Boeing 787-8 Dreamliner itu dalam posisi mati (cutoff), sehingga mesin tidak mendapatkan suplai bahan bakar.
Data dari perekam penerbangan (black box) menunjukkan bahwa pada kecepatan 180 knot, kedua saklar pemutus bahan bakar dipindahkan dari posisi RUN ke CUTOFF hanya dalam jeda satu detik.
Pemutusan pasokan bahan bakar, pesawat hilang kendali
Dalam rekaman kokpit, terdengar salah satu pilot bertanya kepada yang lain, “Kenapa kamu mematikan?” yang kemudian dijawab bahwa ia tidak melakukannya.
Tak lama setelah itu, kedua saklar dikembalikan ke posisi semula dan mesin mulai mencoba menyala kembali. Namun, upaya tersebut terlambat, pesawat kehilangan ketinggian dan jatuh sebelum melintasi pagar bandara.
Saklar bahan bakar pada Boeing 787 berada di antara kursi kedua pilot, tepat di belakang tuas throttle, dan dilengkapi mekanisme pengunci untuk mencegah pemutusan bahan bakar secara tidak sengaja.
Namun, rekaman menunjukkan Ram Air Turbine, sumber daya darurat aktif selama pesawat mulai mendaki, menandakan adanya masalah pada sistem utama.
“Ketika saklar bahan bakar dikembalikan ke posisi RUN saat pesawat sudah mengudara, sistem otomatis akan memulai kembali pengapian dan pemulihan daya dorong,” tulis laporan tersebut.
Beberapa detik sebelum jatuh, salah satu pilot sempat meneriakkan, “MAYDAY, MAYDAY, MAYDAY,” namun tidak ada tanggapan dari menara kontrol yang menyaksikan pesawat menghantam permukiman.
Investigasi juga mengungkap bahwa semua sistem pesawat saat lepas landas dalam kondisi normal.
Bahan bakar pesawat dalam kualitas baik, tidak ditemukan aktivitas burung di sekitar jalur lepas landas, dan beban pesawat masih dalam batas yang diperbolehkan. Tidak ada barang berbahaya yang diangkut.
Air India mengonfirmasi telah menerima laporan tersebut dan menyatakan akan terus bekerja sama dengan otoritas terkait.
“Air India menyampaikan duka mendalam kepada seluruh keluarga korban dalam tragedi AI171. Kami berkomitmen memberikan dukungan penuh selama masa sulit ini,” tulis maskapai melalui akun X resmi pada Sabtu (waktu setempat). (*/S-01)









