
SEBAGAI bentuk dukungan mereka pada program ketahanan pangan nasional, Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa melakukan kerja sama dengan PT Internasional Mina Agro (IMA) menanam kakao dan jagung. Penanaman tersebut dilakukan di lahan PT Perkebunan Nusantara VIII seluas 610 hektare di Gedebong, Kampung Tenjolaya, Desa Sindangasih, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya.
“Kami datang ke Gedebong, Kampung Tenjolaya untuk melakukan penanaman pohon kakao dan jagung untuk mendorong ketahanan pangan di lahan seluas 610 hektare. Penanaman perdana ini dilakukan sebagai komunitas baru meski sebelumnya di daerah Sukabumi, Ciemas menanam singkong dan jagung,” kata, Pangkostrad Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Rabu (14/8/2024).
Pangkostrad mengatakan, program ketahanan pangan sudah berjalan di daerah seperti Bogor, Karawang, Sukabumi, Garut, Ciamis, dan Pangandaran. Lahan yang telah digarap milik Kostrad bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan swasta yang peduli akan kedaulatan pangan.
Menurutnya, penanaman singkong dan jagung di Sukabumi secara manajemen bisnis berjalan dan baru setengah tahun ternyata berhasil mendapat hasil Rp5 miliar.
“Kolaborasi penanaman kakao dan jagung di lahan ketahanan pangan milik PTPN VIII dilakukannya bersama pemberdayaan masyarakat dan memang tidak hanya investor PT Internasional Mina Agro (IMA). Namun, mereka juga bisa menikmati perkebunan dan ke depan tanaman jangka menengah maupun jangka pendek akan diperhitungkan, intinya penanaman kakao dan jagung untuk meningkatkan pangan nasional dalam pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Tingkatkan taraf hidup
Ia mengatakan, TNI mendukung program ketahanan pangan nasional di Tasikmalaya terutama untuk meningkatkan tarif hidup masyarakat. Langkah tersebut juga menjadi solusi terhadap permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat serta mendukung ketahanan pangan sebagai kunci terutama dalam mewujudkan masyarakat maju dan sejahtera.
“Lahan yang ditanam kakao dan jagung di lahan ketahanan pangan di PTPN VIII di luas lahan 610 hektare dan pengelolaan dilakukannya secara bertahap di mulai dari 100 hektare dan ke depan akan bersama Perhutani. Kami akan mengawasi ketahanan pangan dan diharapkan dapat membantu masyarakat lebih sejahtera, mereka bisa mendapat upah dari investor dan bergabung menjadi Poktan termasuk mendapat lapangan pekerjaan,” katanya.
Pertanian modern
Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT Internasional Mina Agro (IMA), Mimadi Pujaya mengatakan, penanaman perdana kakao dan jagung merupakan langkah awal dari kolaborasi untuk menciptakan pertanian modern, salah satu upaya yang dilakukan menyediakan bibit unggul dari perusahaan yang sudah mendunia.
“Kelompok petani ini akan kita training juga untuk tahu hitung-hitungannya, jangan hanya nyangkul tapi harus bisa pegang kalkulator. Bukan hanya jadi petani tetapi menjadi pengusaha jagung. Kami bekerja secara profesional, sehingga nanti akan dibangun gedung pertemuan dan pabrik di situ nantinya ada pembibitan, proses pengeringan, dan fermentasi sampai ke bubuk coklat agar masyarakat mempunyai nilai tambah, semakin sejahtera,” pungkasnya. (YY/N-01)









