Ini Cara Daftar Subsidi Tepat untuk Dapatkan QR Code Pertalite

PENDAFTARAN Program Subsidi Tepat untuk pembelian BBM bersubsidi Pertalite khusus untuk mobil sampai saat ni masih dibuka untuk umum.

Untuk tahap 1 di Jawa, Madura dan Bali dan sebagian wilayah Keplauan Riau (Kepri), NTT, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, Kalimantan Utara  dan Kalimantan Timur.

“Masyarakat bisa memanfaatkan kesempatan ini agar penyaluran BBM bersubsidi lebih tepat sasaran,” kata Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari lewat keterangan tertulisnya, Kamis (15/8).

Heppy mengatakan cara pendaftarannya cukup mudah dan dapat dilakukan melalui website http://subsiditepat.mypertamina.id/  untuk mendapatkan QR Code.

Untuk mendaftarkan, masyarakat diminta mempersiapkan sejumlah dokumen seperti foto KTP, foto diri, foto STNK (tampak depan dan belakang). Kemudian foto kendaraan tampak keseluruhan, foto kendaraan tampak depan nomor polisi dan foto KIR bagi kendaraan pengguna KIR.

BACA JUGA  Pertamina Patra Niaga Gandeng BPH Migas Tinjau Pangkalan dan SPBE

Foto diri maupun foto dokumen dan foto lainnya yang diminta nantinya akan diunggah di website.

Heppy menambahkan selain wilayah tahap 1, pendataan ini akan diperluas ke wilayah lainnya di seluruh Indonesia.

“Diharapkan akhir Agustus pengguna kendaraan tahap 1 ini sudah melakukan pendaftaran,” ungkap Heppy.

Pencocokan Data dan Kendaraan

Pendaftaran tahap ini difokuskan untuk mencocokkan data antara yang didaftarkan oleh masyarakat dengan dokumen dan data kendaraan yang dimiliki.

Setelah statusnya terdaftar, masyarakat akan mendapatkan QR Code Unik yang akan diterima melalui email atau notifikasi di website subsiditepat.mypertamina.id.

QR Code ini bisa dicetak dan dibawa ke SPBU sewaktu melakukan transaksi pembelian BBM bersubsidi. Sehingga penerima subsidi tidak wajib mengunduh aplikasi MyPertamina atau membawa handphone ke SPBU.

BACA JUGA  Pertamina Dukung Dinas Perdagangan Sidak Usaha Laundry

“Mekanisme ini masih dikhususkan untuk kendaraan roda empat atau mobil,” tutur Heppy.

Program Subsidi Tepat bertujuan untuk mendata kendaraan yang menggunakan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite.

Seperti halnya penerapan QR code untuk transaksi Solar Subsidi yang sudah berjalan. Langkah yang saat ini diambil sebagai bentuk upaya perusahaan untuk melakukan pencatatan transaksi Pertalite secara lebih baik dan transparan.

Sebab adanya anggaran kompensasi yang diberikan Pemerintah untuk produk BBM jenis Pertalite.

“Melalui pendataan, diharapkan penyaluran BBM bersubsidi dapat lebih termonitor dan mencegah kecurangan atau penyalahgunaan di lapangan, sehingga BBM bersubsidi tersalurkan bagi masyarakat yang memang berhak,” tambah Heppy.

Menurut Heppy, langkah ini sesuai Kepmen ESDM No. 37.K/HK.02/MEM.M/2022 Pertalite (RON 90) ditetapkan sebagai BBM Penugasan oleh Pemerintah. (AGT/Htm/S-01)

BACA JUGA  Permintaan BBM dan Gas Selama Libur Nataru Diprediksi Naik

Siswantini Suryandari

Related Posts

Dorong Logistik Berkelanjutan, Angkutan Kontainer Bidik Pertumbuhan 8,5%

PENGEMBANGAN layanan logistik ramah lingkungan atau green freight service menjadi strategi baru untuk memperkuat pertumbuhan bisnis angkutan kereta api kontainer. Selain meningkatkan daya saing bisnis, inisiatif ini diarahkan untuk mendorong…

Diversifikasi Bisnis, Kalog Kembangkan Pergudangan di Bandung dan Purwokerto

KAI Logistik (Kalog) melakukan diversifikasi bisnis melalui pengembangan dua pergudangan di Bandung dan Purwokerto yang ditargetkan rampung pada akhir 2026. Hal itu merupakan langkah perusahaan dalam memperluas portofolio bisnis sekaligus…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Diduga Terobos Lampu Merah, Dua Warga Godean Meninggal Dunia

  • November 4, 2026
Diduga Terobos Lampu Merah, Dua Warga Godean Meninggal Dunia

PSMS Tahan Persija, Arema Gulung Rans Nusantara

  • November 4, 2026
PSMS Tahan Persija, Arema Gulung Rans Nusantara

Masyarakat Diminta Percayai Polri Usut Kasus Penyadapan Ilegal

  • November 4, 2026
Masyarakat Diminta Percayai Polri Usut Kasus Penyadapan Ilegal

Jadwal Piala Asia 2027 Resmi Diundur Jadi Desember Tahun Depan

  • November 3, 2026
Jadwal Piala Asia 2027 Resmi Diundur Jadi Desember Tahun Depan

Terbukti Lakukan Penyadapan Ilegal, Listyo Sigit dkk Terancam Hukuman 10 Tahun

  • November 3, 2026
Terbukti Lakukan Penyadapan Ilegal,  Listyo Sigit dkk Terancam Hukuman 10 Tahun

Polri Tetapkan LSP, ASN, EH Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal

  • November 3, 2026
Polri Tetapkan LSP, ASN, EH Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal