OJK Bentuk Ekosistem Ponpes Inklusif Keuangan Syariah

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Daerah dan Industri Jasa Keuangan membentuk Ekosistem Pondok Pesantren Inklusif Keuangan Syariah (EPIKS).

Tujuannya untuk terus mendorong peningkatan literasi, inklusi dan digitalisasi keuangan syariah khususnya di Jawa Tengah.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi  menyampaikan ada tantangan dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di ponpes.

Antara lain penggunaan produk keuangan yang belum optimal. Pemahaman mengenai produk keuangan syariah yang terbatas..

“Dibutuhkan program berkelanjutan untuk memfasilitasi kebutuhan finansia, di lingkungan pondok pesantren dalam rangka penyediaan akses keuangan syariah,” kata Friderica pada peluncuran EPIKS di Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen, Demak, Senin (12/8).

BACA JUGA  PWI dan Diskominfo Jateng Sukses Gelar UKW

EPIKS diharapkan dapat menguatkan peran ponpes sebagai pendidik, pendakwah dan penggerak ekonomi.

Upaya bersama untuk mewujudkan masyarakat di lingkungan ponpes yang mandiri finansial. Hal ini menjadi bentuk perjuangan ponpes yang relevan di era saat ini.

OJK bersama dengan Pemerintah Kabupaten Demak, dan Industri Jasa Keuangan yang tergabung dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) saling mendukung dalam pengembangan EPIKS.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Demak Musyafak mengapresiasi inisiasi OJK dalam mendukung inklusi keuangan syariah di lingkungan ponpes.

“Kita berharap pondok pesantren dapat memainkan peran yang lebih aktif dalam pengembangan ekonomi masyarakat,” kata Musyafak.

Ponpes Futuhiyyah Mranggen Demak, saat ini memiliki lebih dari 5.000 santri dari jenjang PAUD sampai Perguruan Tinggi.

BACA JUGA  Kesuksesan Pemilu Dinilai Karena Peran Serta Semua elemen Bangsa

Dan telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan besar dan universitas ternama untuk menambah ketrampilan para santri.

Ponpes tersebut juga ikut mendukung perekonomian masyarakat sekitar dengan adanya Bank Waqaf Mikro (BWM) Futuhiyyah.

Sejak 2018, BWM Futuhiyyah telah menyalurkan pembiayaan kepada lebih dari 400 UMKM di sekitar Pondok Pesantren Futuhiyyah dengan outstanding sekitar Rp600 juta. (Htm/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Vikram Sinha Kembali Jabat Presiden Direktur dan CEO PT Indosat Tbk

RAPAT Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Indosat Tbk secara resmi memperpanjang masa jabatan Presiden Direktur dan CEO, Vikram Sinha. Dalam rilis tertulisnya yang diterima www.mimbarnusantara.com di Yogyakarta disebutkan…

  • Blog
  • September 30, 2026
Persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 kian Ketat, Erick Thohir Peringatkan Timnas Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menilai peta persaingan sepak bola di Asia Tenggara semakin kompetitif. Negara-negara ASEAN terus meningkatkan kualitas tim, termasuk melalui rekrutmen pemain naturalisasi dan pemain dari berbagai…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Para Dekan Baru UGM Baru Diharap Bisa Lebih Inovatif dan Adaptif

  • September 30, 2026
Para Dekan Baru UGM Baru Diharap Bisa Lebih Inovatif dan Adaptif

Dekan Fakultas Peternakan UGM Resmi Diserahterimakan

  • September 30, 2026
Dekan Fakultas Peternakan UGM Resmi Diserahterimakan

Deklarasi Tolak Judol, Bupati  Bandung Tekankan Integritas dan Akhlak ASN

  • September 30, 2026
Deklarasi Tolak Judol, Bupati  Bandung Tekankan Integritas dan Akhlak ASN

Polisi Ringkus Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur

  • September 30, 2026
Polisi Ringkus Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur

Vikram Sinha Kembali Jabat Presiden Direktur dan CEO PT Indosat Tbk

  • September 30, 2026
Vikram Sinha Kembali Jabat Presiden Direktur dan CEO PT Indosat Tbk

Panen Jagung di Lima Desa Binaan Imigrasi di Gunungkidul

  • September 30, 2026
Panen Jagung di Lima Desa Binaan Imigrasi di Gunungkidul