
SELAMA libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026), jumlah wisatawan yang berkunjung ke berbagai objek wisata di Kabupaten Sleman mencapai 833.510 orang berdampak pada perputaran uang.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Edy Winarya, mengatakan rata-rata pengeluaran wisatawan selama berada di Sleman mencapai Rp853.510 per orang. Angka tersebut berada dalam rentang proyeksi Rp750.000 hingga Rp1.000.000 yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Tiga kelompok belanja terbesar wisatawan adalah akomodasi sebesar 30,45 persen, kuliner 24,75 persen, dan oleh-oleh 15,23 persen,” ujar Edy, Kamis (8/1).
Berdasarkan data tersebut, estimasi perputaran uang selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kabupaten Sleman mencapai Rp362,79 miliar.
Edy menambahkan, lama tinggal wisatawan di Sleman berkisar antara satu hingga dua hari, dengan rata-rata 1,53 hari. Sementara itu, tingkat keterisian hotel selama periode Nataru, yakni pada 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, tercatat rata-rata sebesar 72,5 persen.
Sebanyak 94,82 persen wisatawan tercatat mengunjungi sepuluh destinasi favorit di Kabupaten Sleman. Tiga destinasi yang paling banyak dikunjungi adalah Kawasan Kaliadem dengan persentase 38,88 persen, Candi Prambanan 26,31 persen, dan Kawasan Kaliurang 15,76 persen.
Dari sisi jenis destinasi, wisata alam menjadi pilihan utama dengan persentase kunjungan sebesar 56,34 persen. Disusul wisata budaya sebanyak 27,62 persen, sementara sisanya memilih destinasi wisata buatan. (AGT/S-01)







