UGM Soroti Bahaya Makanan Ultra Proses di Program MBG

PENGAJAR Departemen Gizi Fakultas Kedokteran, Keperawatan, dan Kesehatan Masyarakat (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada, Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, S.Gz., Dietisien, MPH,menyoroti penggunaan makanan ultra proses (ultra processed food /UPF) dalam menu MBG. Menurutnya, penggunaan UPF bertentangan dengan kampanye Kementerian Kesehatan terkait pengurangan gula, garam, dan lemak.

“UPF mengandung natrium, gula tambahan, dan lemak. Dampaknya mungkin belum terasa sekarang, tetapi dalam 10–15 tahun ke depan bisa menjadi bom waktu penyakit kronis,” jelasnya, Kamis (8/12).

Mirza menekankan bahwa keberhasilan program Makan Bergizi Gratis tidak dapat diukur dalam waktu singkat. Dampak investasi gizi, menurutnya, baru dapat terlihat setelah satu siklus pendidikan, yakni sekitar 10-15 tahun mendatang.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan bahan pangan lokal yang beragam dan berkualitas. Pemanfaatan pangan lokal yang sesuai dengan kultur daerah dinilai dapat menjadi solusi untuk mengurangi risiko ketidaksesuaian makanan dengan kondisi tubuh anak-anak di berbagai wilayah.

BACA JUGA  Pemkot Bandung Buka Akses Lahan untuk Dapur SPPG

“Papua tidak bisa disamakan dengan Jawa atau Sumatra. Bahan pangan pokoknya berbeda. Jika semuanya diseragamkan dengan UPF, justru tidak sesuai dengan konteks lokal,” ujarnya.

Makanan ultra proses harus diatasi dan diperbaiki

Sebagai langkah perbaikan, Mirza menekankan tiga hal utama. Pertama, penegakan keamanan pangan secara ketat, termasuk pemberian sanksi tegas bagi pihak yang melanggar.

“Mungkin satuan penyelenggara pemenuhan gizi (SPPG) yang melanggar perlu diberi sanksi agar semua pihak benar-benar berhati-hati. Ini amanah besar karena membawa wajah presiden,” katanya.

Kedua, perlunya pendampingan ilmiah oleh perguruan tinggi dan kerja sama lintas sektor untuk menelusuri dampak MBG terhadap status kesehatan anak. Pendampingan tersebut dapat dilakukan melalui pemantauan status kesehatan, indikator kebugaran, serta data antropometri anak.

BACA JUGA  Pemkot Bandung Berkomitmen Tingkatkan Mutu dan Pelayanan MBG

Ketiga, kebijakan Makan Bergizi Gratis perlu bersifat fleksibel dan terbuka terhadap kajian ilmiah.

“Jika ada masukan dan bukti ilmiah yang menunjukkan perlunya perbaikan, harus segera direspons. Jangan sampai pada 2045 justru generasi ini menjadi beban kesehatan,” pungkas Mirza.

Ia menilai program school lunch seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki tujuan yang sangat baik dan mulia, yakni menyiapkan generasi masa depan menuju Indonesia Emas 2045.

“Terlepas dari agenda politik, program school lunch ini sudah diterapkan di berbagai negara dan merupakan bentuk tanggung jawab negara terhadap pemenuhan gizi warganya,” ujarnya.

Dalam penyelenggaraan makanan, Mirza menegaskan terdapat regulasi yang harus menjadi acuan, antara lain Peraturan Menteri Kesehatan tentang tata kelola penyelenggaraan makanan. Aturan tersebut mengelompokkan sasaran berdasarkan tingkat risiko, seperti kelompok berisiko tinggi, kelompok massal, hingga aspek distribusi dan transportasi pangan.

BACA JUGA  Pemkot Bandung Libatkan 80 Puskesmas Awasi MBG

“Anak sekolah, termasuk ibu hamil, masuk dalam kelompok berisiko tinggi. Penanganannya tidak bisa dilakukan secara sembarangan,” tegasnya. (AGT/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

TIM voli Jakarta Bhayangkara Presisi sukses melewati rintangan pertamanya di ajang AVC Men’s Volleyball Champions League 2026. Saat  menghadapi wakil Kazakhstan, Zhaiyk pada laga pertamanya di GOR Terpadu A. Yani,…

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

SEORANG ibu bersama anaknya terkubur bencana tanah longsor yang menimpa sebuah rumah di Desa Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Rabu (13/5). Namun berkat kerja keras Tim SAR…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bekuk Al-Rayyan 3-1, Hyundai Capital Lolos ke Semifinal AVC

  • May 13, 2026
Bekuk Al-Rayyan 3-1, Hyundai Capital Lolos ke Semifinal AVC

Program Terpujilah GURU dari Sumedang Dirilis Telkomsel

  • May 13, 2026
Program Terpujilah GURU dari  Sumedang Dirilis Telkomsel

Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

  • May 13, 2026
Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

  • May 13, 2026
Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

  • May 13, 2026
Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

  • May 13, 2026
Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara