
PEMERINTAH Kota Bandung berkomitmen mendukung pengembangan konsep Twin Airport antara Bandara Husein Sastranegara Bandung dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Bandara Kertajati Majalengka.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan proses komunikasi lintas lembaga terus berjalan, termasuk penyiapan infrastruktur pendukung dan pengaturan mobilitas penumpang.
“Saya belum mendapat detail lengkap dari pihak bandara maupun maskapai Wings Air, tapi saya akan kejar hari ini. Ini bagian dari proses kita dalam mewujudkan Twin Airport Bandung–Majalengka,” ungkapnya.
Menurut Farhan, keberadaan dua bandara bukan kompetisi, melainkan strategi distribusi konektivitas udara kawasan Jabar, khususnya Bandung Raya. Tugas pemerintah adalah menghidupkan dua-duanya. Saat ini salah satu aspek yang sedang difokuskan adalah penyelesaian infrastruktur pendukung menuju Bandara Husein Sastranegara.
Potensi ekonomi
“Saya juga akan koordinasi dengan Dishub Provinsi dan Dinas Pariwisata Provinsi. Salah satunya soal perkembangan jalan layang. Kalau Desember selesai, kita nanti atur flow kendaraan bersama Dishub dan pihak bandara,” tuturnya.
Meski jadwal penerbangan masih terbatas, Farhan optimistis keberadaan akses memadai akan mendukung potensi ekonomi, terutama sektor pariwisata dan pendidikan. Dampak positifnya tentu wisatawan dan mahasiswa. Banyak mahasiswa dari Jawa Tengah kuliah di Bandung. Dengan konektivitas yang baik, pergerakan mereka akan jauh lebih mudah.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menerangkan, rencana kedepanya Kertajati bakal dijadikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi dan kawasan industri strategis. Mulai dari bandara, pelabuhan, jalur kereta api dan kawasan industri.
Bebas bencana
“Kita juga berharap hadir industri pertahanan di wilayah bebas bencana Kertajati. Kawasan BIJB merupakan wilayah yang relatif aman dari potensi bencana alam. Namun, tetap memberikan catatan penting terkait disiplin tata ruang, terutama penggunaan lahan,” jelasnya.
Dedi meminta Bupati Majalengka beserta unsur Forkopimda setempat bahu membahu menjaga agar tata ruang lahan yang hijau tetap dilestarikan. Gubernur Kberharap rapat koordinasi tersebut menghasilkan kesepahaman kuat untuk mempercepat agenda pembangunan. Apalagi kawasan BIJB diproyeksikan menjadi salah satu pilar utama transformasi ekonomi di Jabar sekaligus pusat pertumbuhan baru yang mendukung konektivitas nasional. (Zahra/N-01)








