
SELANDIA Baru siap memasok semen (sperma) sapi pejantan untuk mendukung pengembangan bibit sapi unggul di DI Yogyakarta
Gagasan tersebut menjadi salah satu peluang kerja sama yang dibahas dalam pertemuan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia Philip Taula dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Jumat (11/09) di Gedong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.
Kepala DPPMPTSP DIY Ghofar Ismail mengatakan, kebutuhan daging dan susu menjadi salah satu alasan sektor peternakan menarik untuk dikembangkan melalui kerja sama dengan Selandia Baru.
Di sisi lain, keterbatasan lahan di Pulau Jawa membuat pengembangan sapi menghadapi tantangan, sementara kebutuhan daging sapi cukup besar.
Inseminasi buatan
Menurut Ghofar, salah satu opsi yang dapat dikaji adalah mendatangkan semen sapi pejantan dari Selandia Baru untuk keperluan inseminasi buatan.
Skema tersebut dinilai lebih memungkinkan dibandingkan mendatangkan sapi hidup dengan mempertimbangkan regulasi, biaya pengiriman, jarak, hingga risiko selama perjalanan.
“Jadi kita bisa mendatangkan semennya, kemudian dilakukan inseminasi buatan. Harapannya nanti menghasilkan sapi-sapi persilangan yang unggul,” kata Ghofar.
Ia mengatakan, pengembangan sapi unggul dapat menjadi salah satu cara meningkatkan kualitas ternak di tengah keterbatasan lahan peternakan di Jawa. Pembahasan tersebut masih berada pada tahap awal sehingga teknis pelaksanaannya belum ditentukan.
Sister province
Menjawab kebutuhan tersebut, Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia Philip Taula mengatakan kerja sama dapat diakomodasi melalui payung sister province.
Menurutnya, kerja sama tidak hanya berhenti pada peluang peningkatan produksi daging dan susu di Yogyakarta, tetapi dapat dikembangkan ke bidang lain seperti pertanian, pendidikan, kebudayaan, hingga investasi.
“Kami bicara mengenai bagaimana New Zealand bersama Jogja bisa bekerja sama,” kata Philip.
Philip mengatakan, pihaknya akan mencari informasi lebih lanjut mengenai provinsi-provinsi di Selandia Baru yang berpotensi menjadi mitra DIY. Menurutnya, Yogyakarta memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai mitra karena memiliki kekuatan di bidang pendidikan dan berbagai sektor lainnya.
“Ini salah satu kota yang punya banyak potensi, terutama pendidikan. Kami juga melihat ada potensi kerja sama di berbagai bidang yang bisa dikembangkan bersama,” ujarnya.
Hubungan kerja sama
Ia mengatakan, hubungan Selandia Baru dengan Indonesia telah berjalan di sejumlah bidang, termasuk pertanian, energi terbarukan, dan pendidikan. Kerja sama pendidikan juga telah terjalin antara universitas di Selandia Baru dan perguruan tinggi di Indonesia, termasuk UGM.
Philip menambahkan, mereka juga memiliki pengalaman bekerja sama dengan Indonesia dalam penanggulangan bencana di sejumlah daerah. Namun, isu tersebut belum secara khusus dibahas dalam pertemuan kali ini dan masih dapat menjadi bagian dari penjajakan kerja sama selanjutnya.
Langkah berikutnya, menurut Philip, adalah mencari provinsi yang sesuai di New Zealand untuk kemudian dibicarakan lebih lanjut dengan jajaran Pemda DIY. Dari proses tersebut, kerja sama yang lebih konkret diharapkan dapat dirumuskan sesuai potensi dan kebutuhan kedua daerah. (AGT/M-01)






