
PT KAI Logistik mencatat total pengelolaan barang lebih dari 19 juta ton hingga Oktober 2025. Capaian ini menunjukkan kinerja operasional yang solid dan konsisten sepanjang tahun.
“Memasuki triwulan akhir, perusahaan mampu menjaga performa pengelolaan dan pengiriman barang dengan stabil. Dari total tersebut, angkutan batu bara masih mendominasi dengan sekitar 14,2 juta ton,” ujar VP Corporate Secretary KAI Logistik, Dwi Wulandari, Jumat (28/11).
Selain batu bara, layanan pra dan purna angkutan BBM–BBK mencapai 2,5 juta ton, angkutan kontainer 2 juta ton, angkutan semen 357.000 ton, limbah B3 13.266 ton, dan layanan kurir 54.175 ton.
Pada Oktober 2025, beberapa lini bisnis mencatat pertumbuhan kuat. Layanan bongkar muat BBM/BBK menembus 275.882 ton, tertinggi sepanjang tahun atau tumbuh sekitar 10 persen dari rata-rata bulanan. Angkutan kontainer naik 14 persen menjadi 228.105 ton, sementara layanan kurir meningkat 13 persen menjadi 6.058 ton.
Menurut Dwi, perusahaan terus memperkuat infrastruktur logistik menjelang akhir tahun. Salah satu langkah strategisnya adalah pengembangan Terminal Ronggowarsito Semarang, yang memiliki akses langsung ke jalur kereta barang lintas utara Jawa.
“Saat ini kami mengelola area seluas 6.000 m² dan menyiapkan perluasan tahap kedua seluas 6.100 m² berkapasitas lebih dari 200 TEUs. Kami juga merencanakan pembangunan Ronggowarsito 2 seluas 10 hektare sebagai dry port dan regional logistics hub,” jelasnya.
Untuk mendukung layanan logistik batu bara, KAI Logistik juga mengembangkan stasiun muat di CY Merapi 2 dengan kapasitas hingga 4,54 juta ton per tahun, sebagai upaya memperkuat layanan logistik energi nasional.
Di sektor pengiriman ritel, Kalog Express terus memperluas jangkauan. Hingga 31 Oktober 2025, jumlah titik layanan telah melampaui 270 service point di berbagai wilayah Indonesia.
“Capaian positif ini menjadi bukti komitmen kami menyediakan layanan logistik yang aman, tepat waktu, dan andal. Ke depan kami akan terus meningkatkan kualitas layanan serta memperluas cakupan bisnis untuk mendukung distribusi nasional dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tutup Dwi. (Rava/S-01)









