KAI Logistik Jajaki Peluang Pengiriman Hewan Ternak

DALAM upaya memperluas layanan, KAI Logistik (Kalog) menjalin kerja sama strategis dengan PT Bogantara Indo Transport (Bogantara) pekan lalu. Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Kolaborasi ini menjadi langkah awal yang penting dalam pengembangan layanan pengiriman komoditas baru, khususnya hasil bumi dan hewan ternak.

Inisiatif itu menjadi bagian dari transformasi perusahaan dalam memperluas portofolio layanan berbasis kebutuhan pasar yang terus berkembang serta penguatan rantai pasok sektor peternakan dan pangan nasional.

Tujuannya adalah menghadirkan distribusi hewan ternak yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan.

Solusi logistik terintegrasi

Direktur Utama Kalog, Yuskal Setiawan, menyampaikan langkah ini sejalan dengan tujuan perusahaan untuk menjadi penyedia solusi logistik terintegrasi. Hal itu sejalan dengan visi untuk menjadi perusahaan total logistics solution.

“Ini merupakan komoditas baru yang cukup menantang bagi kami, dan mendorong kami untuk berinovasi dalam mengembangkan layanan baru termasuk pengembangan gerbong pengangkut khusus berupa kontainer yang dimodifikasi dan disesuaikan untuk pengangkutan dalam jumlah besar,” paparnya.

BACA JUGA  KAI Logistik Fasilitasi Pengiriman Sepeda Motor dan Paket IMI

Menurut Yuskal, melalui kerja sama ini, Kalog dan Bogantara berharap dapat membuka peluang baru dalam meningkatkan efisiensi distribusi dan mobilitas komoditas pangan, khususnya dari daerah penghasil menuju pusat permintaan.

Langkah ini sekaligus sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam mendukung ketahanan pangan sebagaimana tertuang dalam visi pembangunan dan penguatan ekonomi nasional, termasuk semangat Asta Cita yang mendorong penguatan sektor pangan.

Fondasi penting

Distribusi pangan yang andal menjadi salah satu fondasi penting dalam memastikan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok secara merata dan berkelanjutan.

Pada tahap awal implementasi, penjajakan bisnis ini akan difokuskan pada pengiriman hewan ternak berupa sapi dengan rute dari Jawa Timur menuju Jakarta.

BACA JUGA  Sebagian Logistik Pilgub Riau Tiba di Kabupaten Kota

“Secara spesifik, operasional akan dipusatkan pada pengiriman dari Stasiun Ketapang, Banyuwangi, menuju stasiun Jakarta Gudang.”

“Meski berawal dari pengiriman sapi, kedua belah pihak membuka peluang lebar untuk memperluas cakupan kerja sama ke berbagai jenis bahan pangan maupun hewan ternak lainnya sesuai dengan dinamika kebutuhan pasar dan mitra bisnis,” tandasnya.

Keunggulan kompetitif

Yuskal menyebut, penggunaan moda transportasi kereta api untuk pengiriman hewan ternak menawarkan keunggulan kompetitif yang signifikan dibandingkan dengan moda transportasi darat lainnya seperti truk.

Dalam satu rangkaian perjalanan, kereta api mampu mengangkut jumlah yang jauh lebih besar. Estimasi kapasitas satu gerbong dapat menampung 14 hingga 18 ekor sapi, sehingga dalam satu kali perjalanan, minimal sekitar 280 ekor dapat terdistribusi secara sekaligus.

Layanan ini menawarkan efisiensi waktu dengan estimasi pengiriman hanya 26 jam, waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan moda darat lainnya yang sering kali dihadapkan pada dinamika kondisi jalan yang beragam.

BACA JUGA  KAI Logistik Distribusikan1.350 Ton Rel untuk Prasarana Kereta Api

“Durasi perjalanan yang singkat ini menjadi faktor krusial bagi kesejahteraan hewan (animal welfare), karena mampu membuat kondisi ternak tetap stabil, minim stres, serta menjaga kesehatan hingga tiba di lokasi tujuan.”

“Keunggulan ini juga dibarengi dengan standar keamanan, keselamatan, dan ketepatan waktu yang tinggi, serta komitmen pada prinsip green logistics guna memastikan kualitas ternak tetap prima saat sampai di lokasi tujuan,” terangnya.

Mereka juga akan melakukan evaluasi dan pengembangan berkelanjutan terhadap skema operasional dan layanan ini guna memastikan standar kualitas dan keselamatan tetap terjaga.(zahra/M-01)

Related Posts

Kalog Angkut 1.658.622 Ton Barang pada Mei

KAI Logistik (Kalog) mencatat angkutan barang mencapai  1.658.622 ton pada Mei lalu atau meningkat 10% dibandingkan periode bulan sebelumnya. Kinerja tersebut salah satunya didorong oleh kinerja angkutan kereta kontainer, yang…

Inilah Penyebab Banyak Orang Indonesia Jatuh Miskin di Usia Senja

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat 41,75% lansia di Indonesia berada dalam kelompok rumah tangga dengan distribusi pengeluaran 40% terbawah. Hal itu membuat lansia terjebak dalam lingkaran kemiskinan dan kerentanan ekonomi.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Australia Kubur Impian Skuat Garuda Muda

  • June 12, 2026
Australia Kubur Impian Skuat Garuda Muda

Borneo Resmi Tunjuk Mauro Jeronimo Jadi Suksesor Fabio Lefundes

  • June 11, 2026
Borneo Resmi Tunjuk  Mauro Jeronimo Jadi Suksesor Fabio Lefundes

Bareskrim Sita Pabrik Pemurnian Emas Ilegal di Sidoarjo

  • June 11, 2026
Bareskrim Sita Pabrik Pemurnian Emas Ilegal di Sidoarjo

URC Sleman Tangkap Pencuri Spesialis Kabel BTS

  • June 11, 2026
URC Sleman Tangkap Pencuri Spesialis Kabel BTS

Kalog Angkut 1.658.622 Ton Barang pada Mei

  • June 11, 2026
Kalog Angkut 1.658.622 Ton Barang pada Mei

Faunaland  Mulai Melakukan Proses Revitalisasi Bandung Zoo

  • June 11, 2026
Faunaland  Mulai Melakukan Proses Revitalisasi Bandung Zoo