Melihat Gerhana Bulan Total Bersama Observatorium Bosscha ITB

DI tengah khidmat Ramadan, fenomena alam menakjubkan menyapa langit Indonesia. Pada Selasa malam (3/3), Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Observatorium Bosscha menyelenggarakan pengamatan virtual bertajuk ‘Pengamatan Virtual Langit Malam (PVLM): Gerhana Bulan Total’.

Acara yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi Observatorium Bosscha itu dipandu oleh dua staf edukator, Dimas Gilang Ramadan (Dimas) dan Fatimah Zahra (Zea).

Meskipun kondisi cuaca di Lembang sempat berawan, tim berhasil menangkap momen-momen krusial saat Bulan memasuki bayangan Bumi.

Sains di Balik “Bulan Darah”

Gerhana bulan. (Dok.ITB)

Dalam sesi edukasi, Dimas menjelaskan bahwa Gerhana Bulan Total (GBT) terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada satu garis lurus (kesegarisan). Fenomena ini menyebabkan Bulan masuk ke dalam bayangan Umbra Bumi.

BACA JUGA  Respons Era Society 5.0, ITB Luncurkan Program Magister Kecerdasan Sistem

Salah satu daya tarik utama GBT adalah warna bulan yang berubah menjadi kemerahan, yang sering dijuluki sebagai Blood Moon.

“Warna merah ini terjadi karena atmosfer Bumi menghamburkan cahaya biru dan hanya menyisakan cahaya merah untuk diteruskan hingga jatuh ke permukaan Bulan,” ungkapnya.

Menurut Dimas, kecerlangan warna merah ini juga diukur menggunakan Skala Danjon, saat kondisi atmosfer Bumi (seperti polusi atau debu vulkanik) sangat memengaruhi seberapa gelap atau terangnya warna merah yang tampak.

Teknologi dan Sejarah di Lembang

Observatorium Bosscha.(Dok.MN)

Sebagai lembaga sains tertua di Indonesia yang kini berusia lebih dari satu abad, Observatorium Bosscha menggunakan perangkat modern untuk menyajikan citra terbaik kepada publik. Pengamatan kali ini mengandalkan:

BACA JUGA  ITB CEO Summit 2024, Wujudkan Kolaborasi Inovatif

• Teleskop Refraktor: Lensa berdiameter 6,15 cm.
• Kamera: DSLR dan kamera panorama untuk memantau kondisi cuaca di ufuk timur.
• Kontribusi Global: Data citra dari Bosscha juga dikirimkan ke jaringan Slooh Observatory sebagai bagian dari kolaborasi astronomi internasional.

Perspektif Budaya dan Pesan Perdamaian

Tidak hanya sisi sains, PVLM kali ini juga mengangkat sisi humaniora melalui cerita rakyat. Mulai dari mitos Batarakala di Jawa dan Bali yang dipercaya “memakan” Bulan, hingga tradisi suku Batamariba di Afrika yang memandang gerhana sebagai momentum untuk berdamai dan menyelesaikan konflik antarmanusia.

Momentum ini sangat relevan karena bertepatan dengan bulan Ramadan dan berdekatan dengan hari raya keagamaan lainnya di Indonesia. Pengamatan ini ditutup dengan pesan toleransi, mengajak masyarakat untuk bersatu di bawah langit yang sama.

BACA JUGA  Wisuda ITB Buktikan Pendidikan Inklusif

Catatan Astronomi Masa Depan

Bagi masyarakat yang melewatkan fenomena ini, Observatorium Bosscha mengingatkan bahwa GBT kali ini adalah satu-satunya yang dapat diamati di Indonesia pada 2026. Fenomena serupa baru akan kembali menyapa Indonesia pada 31 Desember 2028.

ITB terus berkomitmen untuk menghadirkan sains yang inklusif bagi masyarakat. Untuk memantau fenomena langit lainnya, publik dapat mengakses Kalender Astronomi 2026 melalui situs resmi bosscha.itb.ac.id. (zahra/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Inilah Lingo, Media Belajar Literasi Anak Usia Dini

DI TENGAH maraknya penggunaan gawai sebagai sarana belajar, tim mahasisa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mengembangkan Lingo,  Literasi Interaktif Non-Gawai Berbasis Teknologi Pengenalan Ucapan sebagai permainan edukatif pra dan awal sekolah.…

Fapet UGM: Begini Cara Menjaga Hijauan Pakan Ternak saat Kemarau

SELAMA musim kemarau panjang keberlangsungan lahan hijauan pakan ternak bisa terganggu. Kondisi ini menuntut pengelolaan budi daya yang tepat agar tanaman tetap bertahan hidup dan kembali bisa produktif setelah musim…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polisi Terus Usut Dalang Aksi Demo Rusuh 27 Agustus

  • September 12, 2026
Polisi  Terus Usut Dalang Aksi Demo Rusuh 27 Agustus

Timnas Indonesia bakal Bertandang ke Yordania dalam Laga Uji Coba

  • September 12, 2026
Timnas Indonesia bakal Bertandang ke Yordania dalam Laga Uji Coba

Bali United Puncaki Klasemen, Borneo Curi Tiga Angka di Jepara

  • September 12, 2026
Bali United Puncaki Klasemen, Borneo Curi Tiga Angka di Jepara

Suhartoyo: Putusan MK Bersifat Final dan Self Excuting

  • September 12, 2026
Suhartoyo: Putusan MK Bersifat Final dan Self Excuting

Permak PSS Sleman, Madura United Masih di Tiga Besar Klasemen

  • September 12, 2026
Permak PSS Sleman, Madura United Masih di Tiga Besar Klasemen

Persija Akhirnya Sukses Bungkam Persib di SUGBK

  • September 12, 2026
Persija Akhirnya Sukses Bungkam Persib di SUGBK