
BERKAT dukungan warga dari lima desa, PT Bahari Gembira Ria (BGR) yang bergerak pada perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Sungaigelam, Kabupaten Muarojambi, Jambi, berhasil mencegah kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau.
“Insya Allah, warga tergabung sebagai petani plasma dari perusahaan Bahari Gembira Ria dari lima desa di Sungaigelam, selalu siap untuk mendukung mencegah karhutla,” ujar Sawiji, petani kelapa sawit asal Desa Gambut Jaya, pada acara Simulasi Penanganan Karhutla, Kamis (22/8).
Dikatakan Sawiji ia bersama kelompok MPA lainnya, kesadaran warga Gambuit Jaya dan warga empat desa lain yang masuk areal plasma PT BGR, terhadap masalah karhutla dan dampak buruknya terbilang sudah cukup tinggi.
“Rata-rata sudah paham. Mereka tidak lagi membakar, setiap hendak membuka atau membersihkan lahan,” jelas Sawiji, yang juga Ketua Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Gambut Jaya.
Manager PT BGR — Ladang Panjang Estate – Zamruddin Lubis mengamini hal itu. Zamruddin Lubis menegaskan, managemen berkomitmen untuk melakukan mitigasi karhutla.
“Alhamdulillah, komitmen itu sudah terbangun, dan terus kita perkuat bersama warga desa sekitar PT BGR. Termasuk dengan relawan dari kelompok-kelompok masyarakat peduli api (MPA),” kata Zamruddin.
Sementara itu Kepala Kecamatan Sungaigelam, Musliadi menyebutkan, sepanjang musim kering, Sungaigelam masih aman dari ancaman karhutla. (Sal/N-01)







