BNNP Bangun 70 Desa Bersih Narkoba di Kalsel

GUNA memerangi peredaran narkoba di Kalimantan Selatan, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) membangun 70 desa bersih narkoba (Bersinar) di 13 kabupaten/kota. Hal itu menyusul ditetapkannya Kalsel sebagai daerah darurat narkoba dan kecubung.

Kepala BNNP Kalsel, Brigjend Wisnu Andyana menegaskan hal tersebut pada kegiatan Coffee Talk yang digelar Dinas Kominfo Provinsi Kalsel pada Jumat (26/7).

“Indonesia termasuk Kalsel dalam status darurat narkoba dan kecubung,” tegas Wisnu.

Untuk memerangi peredaran dan kejahatan narkoba ini BNNP Kalsel juga menggiatkan sosialisasi dan membangun desa-desa bebas narkoba atau disebut Desa Bersinar di seluruh wilayah Kalsel. Program Desa Bersinar ini dikatakan Wisnu sudah berjalan sejak 2022 dan saat ini sudah terbangun 70 buah ‘Desa Bersinar’ di Kalsel.

BACA JUGA  Mahasiswa ULM Luncurkan Komik Digital Pelestarian Bekantan

‘Desa Bersinar’ dibangun pada desa-desa rawan narkoba dengan menempatkan warga desa sebagai agen-agen penggiat anti narkoba. Menurut Wisnu keberadaan Desa Bersinar dinilai cukup efektif menekan peredaran dan kejahatan narkoba di desa.

“Tiga wilayah dengan peredaran dan tingkat kejahatan narkoba tinggi yaitu Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar,” ungkap Wisnu.

Disalahgunakan

Terkait maraknya kasus mabuk kecubung, Wisnu mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan dan penyelidikan pihaknya bersama Polda Kalsel, puluhan warga yang ‘mabuk kecubung’ tidak mengkonsumsi langsung tanaman kecubung tetapi diracik dan dicampur dengan obat-obatan lain.

Kepala Seksi Mutu Layanan Keperawatan RSJ Sambang Lihum, Kabupaten Banjar, Reswan mengatakan hingga kini masih ada sekitar 30 orang warga yang dirawat di pusat rehabilitasi RSJ Sambang Lihum. “Sebagian sudah pulang, namun sebagian besar masih direhabilitasi karena mengalami efek parah dan kecanduan,” tuturnya.

BACA JUGA  Jelang Nataru, Petugas Gabungan Razia Tempat Hiburan

Kecubung sebenarnya tidak termasuk golongan narkotika, bahkan sejak lama dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan medis tradisional seperti jamu dan pengobatan. Namun belakangan disalahgunakan oleh sebagian kecil masyarakat. (DS/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Tim Verifikasi Penyelenggaraan Sanitasi Datangi Sleman

PEMERINTAH Kabupaten Sleman menerima kunjungan kerja Tim Penilaian dan Verifikasi Lapangan dalam rangka Penilaian serta Pemilihan Kabupaten/Kota Terbaik pada Penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Sanitasi. Tim tersebut diterima langsung oleh Bupati Sleman…

Polresta Sleman Gelar Operasi Patuh Progo

POLRESTA Sleman resmi memulai pelaksanaan Operasi Patuh Progo 2026 yang ditandai dengan Apel Gelar Pasukan di halaman Polresta Sleman pada Senin di halaman Mapolresta Sleman di Jalan Jogja-Magelang. Apel gelar…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Konstelasi Hubungan Indonesia-Rusia dalam sebuah Bingkai

  • October 26, 2026
Konstelasi Hubungan Indonesia-Rusia dalam sebuah Bingkai

Kombes Boy Sutan Binanga Siregar Raih Gelar Doktor di UIN Jambi

  • October 26, 2026
Kombes Boy Sutan Binanga Siregar Raih Gelar Doktor di UIN Jambi

Persib Minta Kasus Meninggalnya Bobotoh Diusut Tuntas

  • October 26, 2026
Persib Minta Kasus Meninggalnya Bobotoh Diusut Tuntas

UII Sabet Penghargaan Best Airmanship and Safety dalam KRTI

  • October 26, 2026
UII Sabet Penghargaan Best Airmanship and Safety dalam KRTI

Tim Verifikasi Penyelenggaraan Sanitasi Datangi Sleman

  • October 26, 2026
Tim Verifikasi Penyelenggaraan Sanitasi Datangi Sleman

Polresta Sleman Gelar Operasi Patuh Progo

  • October 26, 2026
Polresta Sleman Gelar Operasi Patuh Progo