
PESERTA Studi Lapangan (Stula) Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan VII Tahun 2026 Pemprov Jawa Tengah mempelajari inovasi digital pariwisata dan pengelolaan desa wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kegiatan yang digelar BPSDMD Jateng itu menyambangi Dinas Pariwisata DIY untuk mengkaji penerapan platform digital Visiting Jogja serta kolaborasi pentahelix dalam pengembangan desa wisata berbasis ekonomi kreatif.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jateng Hanung Triyono mengatakan, studi komparasi tersebut menjadi kesempatan untuk mempelajari pengelolaan desa wisata, destinasi unggulan, hingga pengembangan aglomerasi pariwisata lintas daerah.
Menurut Hanung, kolaborasi Jateng-DIY penting untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan. Saat ini, length of stay wisatawan di DIY sekitar 1,5 hari, sedangkan Jateng berada di kisaran 1,2 hingga 1,3 hari.
Saling melengkapi
Kepala Dinas Pariwisata DIY Eling Priswanto mengatakan Jateng dan DIY memiliki potensi wisata yang saling melengkapi. Borobudur dan Prambanan, misalnya, dinilai menjadi peluang untuk membangun konektivitas wisata kedua wilayah.
“Wisatawan yang ke Yogya bisa mampir ke Jawa Tengah, begitu pula sebaliknya,” ujar Eling.
Eling menambahkan, Visiting Jogja digunakan untuk mempromosikan kebudayaan, mendigitalisasi layanan, serta mengenalkan 275 desa wisata di DIY.
Sementara itu, Ketua Kelompok/Perwakilan Peserta Stula PKA VII Anton Asfihani mengatakan, peserta mempelajari pemanfaatan Visiting Jogja untuk promosi destinasi dan event sekaligus pengumpulan data publik sebagai dasar kebijakan.
Hasil studi tersebut diharapkan dapat direplikasi di Jawa Tengah untuk memperkuat inovasi pelayanan publik, pengelolaan desa wisata, dan ekonomi kreatif melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan media.(HTM/A-01)







