
UNIVERSITAS Islam Negeri Yogyakarta meluncurkan Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Produksi Halal Fakultas Sains dan Teknologi. Peluncuran itu dirangkaikan dengan Seminar Nasional bertajuk ‘Peran Vokasi Halal dalam Mendukung Ekosistem Halal Nasional Menuju Indonesia sebagai Pusat Industri Halal Dunia’ di Convention Hall Lantai 1 UIN Sunan Kalijaga, Rabu.
Kehadiran prodi ini ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan industri halal terus berkembang dan kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memiliki kompetensi teknis makin besar.
Peluncuran ini menjadi momentum penting dalam pengembangan pendidikan terapan di UIN Sunan Kalijaga. Program Studi Sarjana Terapan (D4)Teknologi Produksi Halal merupakan program sarjana terapan pertama di lingkungan UIN Sunan Kalijaga.
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, mengatakan hadirnya program studi tersebut merupakan bagian dari komitmen UIN Sunan Kalijaga untuk terus beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Mahasiswa harus punya kompetensi praktis
Menurut Rektor, pendidikan tinggi tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan teoritis, tetapi juga perlu memberikan kompetensi praktis yang dapat diterapkan secara langsung di tengah masyarakat dan dunia industri.
“Pendidikan vokasi memberikan ruang bagi kita untuk menghadirkan pendidikan yang lebih aplikatif sehingga lulusan memiliki kompetensi yang relevan dan siap berkontribusi di dunia kerja,” ujar Noorhaidi.
Ia mencontohkan sistem pendidikan di sejumlah negara yang memberikan porsi besar pada jalur pendidikan vokasi sebagai salah satu strategi menyiapkan tenaga profesional dan praktisi. Karena itu, UIN Sunan Kalijaga membuka peluang untuk terus mengembangkan pendidikan terapan pada bidang-bidang strategis lainnya.
“Ini bisa menjadi awal untuk pengembangan program-program studi terapan lainnya. Ke depan, bukan tidak mungkin kita mengembangkan fakultas vokasi,” tambahnya.
Vokasi halal
Noorhaidi mengapresiasi Fakultas Sains dan Teknologi serta Halal Center UIN Sunan Kalijaga yang telah menginisiasi lahirnya program studi tersebut. Menurutnya, pengembangan pendidikan vokasi halal merupakan langkah penting untuk memperkuat posisi UIN Sunan Kalijaga dalam menjawab kebutuhan ekosistem halal nasional.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Khurul Wardati, mengatakan Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Produksi Halal dirancang bukan sekadar untuk menghasilkan lulusan dengan pengetahuan tentang halal, tetapi untuk membangun kompetensi yang menghubungkan aspek sains, teknologi, produksi, sertifikasi, hingga kebutuhan industri.
Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pusat industri halal dunia. Selain didukung oleh populasi Muslim yang besar, Indonesia juga memiliki kerangka regulasi melalui Undang-Undang Jaminan Produk Halal serta ekosistem industri dan pendidikan yang terus berkembang.
“Program studi ini diharapkan menjadi wadah integrasi antara riset, sertifikasi, industri, dan pengembangan sumber daya manusia vokasi halal,” jelas Khurul.
Buka peluang
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Dr. H. Ahmad Haikal Hasan, yang hadir secara daring, menekankan bahwa perkembangan industri halal membuka peluang yang jauh lebih luas daripada sekadar sektor makanan dan minuman.
Menurutnya, sertifikasi halal kini berkembang ke berbagai sektor, termasuk barang gunaan, tekstil, fesyen, dan produk nonpangan lainnya. Perkembangan tersebut menghadirkan peluang sekaligus kebutuhan terhadap tenaga profesional yang memahami proses pemeriksaan, sertifikasi, dan pengembangan produk halal.
Ia juga mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat riset dan pengembangan halal secara lebih serius. Keberadaan pusat halal di lingkungan kampus, menurutnya, dapat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem halal yang menghubungkan pendidikan, penelitian, sertifikasi, dan industri.
Dalam paparannya, Haikal juga mengingatkan agar pemahaman mengenai halalan tayyiban tidak dipersempit hanya pada persoalan ada atau tidaknya unsur babi, lemak babi, maupun alkohol. Prinsip tayyib juga berkaitan dengan aspek kebaikan, kesehatan, keamanan, transparansi, dan proses produksi yang bertanggung jawab.
Kolaborasi lintas sektor
Ketua Halal Center UIN Sunan Kalijaga, Dr. Imelda Fajriati, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem halal. Menurutnya, UIN Sunan Kalijaga pengembangan pendidikan vokasi halal tidak dapat berjalan sendiri, tetapi membutuhkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, lembaga sertifikasi, industri, lembaga keuangan, dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut sekaligus melanjutkan sinergi Halal Center UIN Sunan Kalijaga dengan berbagai mitra strategis, termasuk Bank Indonesia Perwakilan DIY, yang telah dibangun selama sekitar empat tahun dalam penguatan ekosistem halal.
Seminar nasional yang menjadi rangkaian launching menghadirkan tiga narasumber, yakni Dr. Ferdiana Santy Direktur Kemitraan dan Kerja Sama BPJPH; Satriyo Krido Wahono, Ph.D. Kepala Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan BRIN; serta Ir. H. Putu Rahdhawiyasa, MBA., CIPM, Direktur Industri Produk Halal KNEKS. (AGT/N-01)








