
MESKI Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau akan berlangsung lebih kering dan lama, Pemerintah Provinsi Jawa Barat optimistis produksi padi tahun ini melebihi realisasi tahun lalu.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jabar, Dadan Hidayat Senin (22/6) mengatakan produksi padi sawah dan ladang pada 2026, proyeksikan melebihi realisasi 2025 sebesar 10,226 juta ton gabah kering giling.
Beberapa strategi ditempuh agar produksi padi tahun ini melebihi tahun lalu. Salah satunya, petani diimbau untuk menggunakan benih yang toleran terhadap kekeringan lahan.
“Jenis varietas tersebut seperti Inpago 4, Inpago 5, Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10, Inpago 11 Agritan, Inpago 12 Agritan, Inpago 13 Fortiz, Inpari 32, Inpari 38 Tadah Hujan Agritan, Inpari 39 Tadah Hujan Agritan, Inpari 40 Agritan, Inpari 41 Tadah Hujan Agritan, Inpari 42 Agritan GSR, Inpari 43 Agritan GSR, Inpari 46 GSR Tadah Hujan, Cisaat, Situbagendit, Situpatenggang, Cakrabuana dan varietas lokal sejenisnya,” paparnya.
Bantuan benih bersertifkat
Menurut Dadan, instansinya pun telah menyiapkan bantuan benih bersertifikat untuk komoditas padi dan jagung. Salah satu peruntukkannya bagi petani yang terdampak bencana kekeringan maupun percepatan tanam pada lokasi yang masih tersedia sumber airnya.
Rincian bantuannya, benih padi ibrida untuk 21.825 hektar dan benih jagung hibrida untuk 1.000 hektar.
“Selain menggunakan benih toleran kekeringan, petani juga diimbau mengoptimalkan sarana pengairan yang sudah tersedia, seperti pompa air,” imbuhnya.
Sementara itu, penanganan kekeringan saat musim kemarau akan dilakukan Pemprov Jabar dengan membuat pipa untuk menyalurkan air dari sumber air terdekat ke sawah.
Rehabilitasi irigasi
Pembuatan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier pun akan ditempuh guna menghindari kekurangan air saat kemarau.
“Kami imbau petani untuk menggunakan air secara efisien. Sarana prasarana pertanian lain juga bakal disiapkan seperti pembuatan embung, sumur dangkal dan sumur dalam. Tak hanya itu, Pemda Provinsi Jawa Barat akan menyediakan sarana pompanisasi dan irigasi perpompaan,” tandasnya. (zahra/M-01)







