
KEMENTERIAN Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Republik Indonesia bersama Pangdam III/Siliwangi, Batalyon TP 939/Macan Putih berkolaborasi dengan Gandara group 37 dan Sahabat Ryano mendistribusikan 3.700 paket sembako bagi warga kurang mampu di Taman Alun-alun Kota Tasikmalaya.
Pendistribusian 3.700 paket sembako diberikan pada kaum duafa dan yatim piatu di Taman Alun-alun Dadaha. Paket itu berisi beras, mi instan, minyak goreng, sarden, gula pasir, garam.
Penyaluran ribuan paket sembako tersebut, untuk meringankan beban warga di tengah geopolitik terjadi dan ekonomi sedang tidak baik-baik saja.
Kasrem 062 Tarumanaga, Letkol Inf Hamzah Budi Susanto, mengapresiasi kolaborasi lintas sektoral itu. Menurutnya bantuan ini merupakan simbol kepedulian antarsesama.
Bakti sosial menyasar 3.700 warga kurang mampu bagi kaum duafa dan yatim piatu di wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.
“Bantuan ini untuk meringankan beban warga yang membutuhkan. Selain itu juga jadi wujud nyata gotong royong dan rasa kepedulian sosial,” katanya.
Semangat gotong royong

Sementara itu, Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) RI, Mahsyudi mengatakan, semangat gotong royong yang dilakukannya untuk kembali membangkitkan kepedulian sosial bagi masyarakat. Sejak mengemban jabatan itu ia aktif berkeliling pelosok negeri menyerap aspirasi dan memahami kebutuhan daerah
“Sebagai wujud kepedulian sosial kepada masyarakat akan menghidupkan kembali semangat gotong royong, ribuan paket sembako yang diberikannya meringankan beban warga di tengah geopolitik.”
“Paket sembako ini jangan dilihat nilai materinya lantaran bantuan ini merupakan simbol kebersamaan terselip doa menjadi harapan besar bagi bangsa, negara serta daerah bisa jauh lebih baik, sejahtera dan bahu-mambahu,” paparnya.
Tumbuhkan ekonomi warga

Sementara, Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Negara, mengatakan, bakti sosial itu untuk meringankan beban bagi mereka di tengah kondisi saat ini daya beli menurun.
Semangat gotong royong yang dilakukan menyasar 3.700 warga tidak mampu agar ekonomi mereka kembali tumbuh.
“Kami berharap bantuan itu bermanfaat bagi dan ekonomi di Tasikmalaya kembali normal. Selain itu daya beli masyarakat meningkat dengan harapan agar Kota Tasikmalaya makin maju berkembang,” pungkasnya. (Yey/N-01)






