Cari Korban Hanyut di Sungai Batang Toru, Pemkab Taput Kerahkan Tim Gabungan

WAKIL Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni P. Lumbantoruan, M.Eng., turun langsung meninjau proses pencarian seorang warga Desa Hutapea Banuarea yang dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Batang Toru.

Peninjauan ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terhadap musibah yang menimpa warganya. Dalam peninjauan itu, ia didampingi Kapolsek Sipoholon dan Kordinator pos SAR Danau Toba Erikson, Tarutung.

Korban berinisial A.B Sihombing (53) dinyatakan hilang setelah terseret arus sungai pada Minggu, 24 Mei 2026, sekitar pukul 15.30 WIB.

Berdasarkan kronologis kejadian, pada pukul 09.00 WIB korban bersama rekannya, Luhut Pasaribu, berangkat untuk memancing ikan di aliran Sungai Batang Toru, tepatnya di sekitar kawasan Batu Hoda yang dikenal memiliki arus air yang cukup deras.

Tergelincir ke sungai

Nahas, pada sore harinya sekitar pukul 15.30 WIB, Luhut Pasaribu mendatangi keluarga korban dan membawa kabar duka bahwa A.B Sihombing tergelincir ke dalam sungai.

BACA JUGA  GKPS Tolak Konversi Perkebunan Teh Jadi Perkebunan Sawit di Sidamanik

Akibat derasnya debit air di lokasi mereka memancing ikan, korban langsung hanyut terbawa arus dan tidak dapat segera diselamatkan.

Merespons kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara bergerak cepat dengan turun langsung menggandeng jajaran TNI, Polri, dan Basarnas untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan (SAR).

Tim gabungan ini telah menyusun strategi pencarian yang komprehensif guna menyisir titik jatuhnya korban hingga aliran sungai di wilayah bawah. Sinergi dari berbagai instansi pemerintah daerah dan aparat keamanan ini diharapkan dapat mempercepat proses penemuan korban.

Dibagi beberapa tim

Dalam pelaksanaannya di lapangan, tim gabungan telah dibagi ke dalam beberapa kelompok yang bertugas melakukan penyisiran (back-up) di sepanjang pinggiran sungai hingga menjangkau lokasi-lokasi dengan medan yang terjal.

BACA JUGA  Sampah di Kawasan Wisata Samosir Dibebankan ke Pelaku Usaha

Tidak hanya aparat pemerintah, pencarian ini juga mendapat dukungan penuh dari para komunitas pecinta alam setempat. Para relawan pecinta alam tersebut turut hadir membantu pencarian, baik melalui penyisiran darat secara langsung maupun pemantauan udara menggunakan teknologi drone.

Di sela-sela peninjauannya, Wakil Bupati Dr. Deni P. Lumbantoruan menyempatkan diri untuk menemui dan memberikan penguatan secara moril kepada keluarga korban.

“Kami tadi bertemu dan melihat langsung kondisi keluarga korban. Mereka juga sangat berharap anggota keluarganya bisa segera kita temukan. Saya harap semua usaha dari tim Forkopimca, Basarnas, dan semua pihak yang terlibat bisa menerima hasil yang baik dan korban segera ketemu,” ujar Wakil Bupati.

Selalu berhati-hati

Lebih lanjut,  juga menegaskan komitmen seluruh tim gabungan untuk terus berupaya pantang menyerah meskipun dihadapkan pada kendala alam yang berisiko tinggi.

BACA JUGA  Pemkab Taput Respon Cepat Keluhan Saluran Air di Tarutung dan Siborongborong‎

“Kita juga harus sabar dan berdoa agar tidak menunggu waktu yang lama lagi korban dapat ditemukan. Walau ini merupakan medan yang susah, banyak batu-batu dan arus yang besar, tapi kita harus tetap berusaha semaksimal mungkin,” pungkas Dr. Deni P. Lumbantoruan.

Menyikapi insiden ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran sungai serta menghindari area tepi sungai yang berbatu licin dan berarus deras demi keselamatan bersama dan mencegah terulangnya musibah serupa di masa mendatang. (HP/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Penurunan Kabel di Kota Bandung Capai 42 Ruas Jalan Hingga Agustus

PEMERINTAH Kota Bandung terus mengakselerasi program penurunan kabel udara, ke saluran bawah tanah sebagai bagian dari penataan infrastruktur telekomunikasi dan estetika kota. Hingga Agustus 2026, pengendalian kabel telah menyentuh di…

PKK DIY Diminta Bisa Membaca Zaman

GUBERNUR DIY KGPAA Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan istilah ‘kesatuan gerak’ dalam Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tidak sekadar dimaknai sebagai kesatuan antarpengurus ataupun antarjenjang organisasi. Lebih dari itu,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Penurunan Kabel di Kota Bandung Capai 42 Ruas Jalan Hingga Agustus

  • August 24, 2026
Penurunan Kabel di Kota Bandung Capai 42 Ruas Jalan Hingga Agustus

Bantu Penanganan Pascabencana NTT, UGM Luncurkan Portal Teknologi AI Tech4Disaster

  • August 24, 2026
Bantu Penanganan Pascabencana NTT, UGM Luncurkan Portal Teknologi AI Tech4Disaster

Tim Mahasiswa Peternakan UGM Juara I Brawijaya Animal Science Ideas Competition

  • August 24, 2026
Tim Mahasiswa Peternakan UGM Juara I Brawijaya Animal Science Ideas Competition

PKK DIY Diminta Bisa Membaca Zaman

  • August 24, 2026
PKK DIY Diminta Bisa Membaca Zaman

Ijazah yang tak Sempat Digenggam itu Menjadi Penanda Perjuangan sang Sarjana Tata Boga

  • August 24, 2026
Ijazah yang tak Sempat Digenggam itu Menjadi Penanda Perjuangan sang Sarjana Tata Boga

Sejumlah Kyai Desak NU Kembali ke Khittah

  • August 24, 2026
Sejumlah Kyai Desak NU Kembali ke Khittah