20 Orang Meninggal Akibat Kasus TB di Kabupaten Garut

SEBANYAK 3.939 warga Kabupaten Garut, Jawa Barat terindikasi positif mengidap penyakit tuberkulosis (TB) sejak Januari hingga Mei 2026, berdasarkan hasil skrining terhadap terduga suspek 24.648 orang.

Penyakit tersebut meningkat dan telah menyebabkan 20 orang meninggal sebelum pengobatan.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Asep Surahman mengatakan, kasus penyakit tuberkulosis (TB) di wilayahnya  meningkat cukup signifikan.

Menurutnya penyakit tersebut disebabkan dari bakteri dan berpotensi serius hingga mempengaruhi paru-paru. Selain itu dapat menular melalui batuk dan bersin.

“Berdasarkan hasil skrining terduga suspek 24.648 orang terdeteksi 3.939 positif mengidap TB,” ujar Asep Surahman, Senin (25/5/2026).

Sistem deteksi

Menurut Asep, kasus Tuberkulosis yang cukup tinggi perlu dilakukan perbaikan sistem deteksi pelaporan supaya kasus menurun termasuk petugas kesehatan harus selalu menggunakan masker dan alat pelindung diri (APD).

BACA JUGA  Perlu Penanganan Komprehensif untuk Atasi Kanker Paru

Kasus itu kata dia, setiap tahun meningkat lantaran pola hidup masyarakat mulai abai terutama mencuci tangan dan jaga jarak.

“Kasus Tuberkulosis di Kabupaten Garut setiap tahun angkanya masih meningkat. Sejak 2025 tercatat 9.823 orang positif, suspek 56.821 orang dengan angka kematian 182 orang. Tahun ini tercatat 3.939 orang positif, suspek 24.648 kasus dan  menyebabkan 20 meninggal,” katanya.

Menurutnya, kasus TB yang terjadi di Garut ditemukan dari hasil skrining terhadap terduga suspek. Umur paling banyak usia produktif 0-4 tahun, usia 5-14 tahun, usia 15-24 tahun, usia 25-34 tahun.

Pola hidup sehat

Kasus juga menyebabkan 20 meninggal dan Dinas Kesehatan berupaya melakukan upaya penyembuhan terhadap ribuan pasien.

BACA JUGA  Menkes Gandeng China Cegah Tuberkulosis

“Kami mengimbau supaya masyarakat disiplin melaksanakan pola hidup bersih, sehat, menghindari kontak dengan orang menderita TB termasuk harus menjaga kekebalan tubuh, pola makan seimbang, dan olahraga.”

“Masyarakat juga harus melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi penularan bisa dicegah,” pungkasnya. (Yey/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Siaga TBC, Sekda Jateng Dorong Percepatan Eliminasi

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah mendorong percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) melalui penguatan skrining, pengobatan, dan pencegahan hingga tingkat desa. Hingga 9 Oktober 2026, baru 421 dari 8.563 desa/kelurahan di Jateng yang…

UII Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk para Lansia

PENYAKIT tidak menular (PTM) merupakan penyebab kematian utama pada lanjut usia. Estimasi global menunjukkan 26,2% penduduk berusia di atas 18 tahun memiliki tekanan darah meningkat, 8,5% memiliki kadar glukosa darah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Siaga TBC, Sekda Jateng Dorong Percepatan Eliminasi

  • October 13, 2026
Siaga TBC, Sekda Jateng Dorong Percepatan Eliminasi

Kado Indah 25 Tahun Pernikahan Pasangan Andi Omara-Herliana adalah Jadi Guru Besar FH UGM

  • October 13, 2026
Kado Indah 25 Tahun Pernikahan Pasangan Andi Omara-Herliana adalah Jadi Guru Besar FH UGM

UII Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk para Lansia

  • October 13, 2026
UII Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk para Lansia

Bantu Atasi Kekeringan, UGM Bikin 11 Sumur Bor di Purworejo

  • October 13, 2026
Bantu Atasi Kekeringan, UGM Bikin 11 Sumur Bor di Purworejo

Buka TMMD Sengkuyung Tahap IV, Bupati Sleman Harap Bisa Percepat Pembangunan

  • October 13, 2026
Buka TMMD Sengkuyung Tahap IV, Bupati Sleman Harap Bisa Percepat Pembangunan

Polda Jateng Ajak Masyarakat Berani Laporkan Judi dan Narkoba

  • October 13, 2026
Polda Jateng Ajak Masyarakat Berani Laporkan Judi dan Narkoba