Ketika para Emak di Gedangan Sidoarjo Belajar Menerjang Api

BIASANYA para ibu rumah tangga di RW 08 Perumahan Griya Permata Gedangan Desa Keboansikep, Gedangan, Sidoarjo hanya berkutat dengan urusan dapur. Namun kini para ibu dan bapak di wilayah itu mengikuti latihan menjinakkan si jago merah, Minggu (16/4).

Dengan penuh semangat mereka mengikuti simulasi penanggulangan dini kebakaran yang digelar bersama BPBD Sidoarjo dan PT Bogasari.

​Para emak-emak ini tampak antusias mempelajari teknik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Salah satu warga, Indrawati, mengaku awalnya sempat merasa canggung dan berat saat memegang tabung pemadam. Namun setelah dibantu petugas, rasa takut itu hilang berganti rasa ingin tahu.

​”Saya senang ada pelatihan seperti ini. Jadi saya tahu cara buka kunci APAR dan posisi memegangnya yang benar bagaimana,” kata Indrawati seusai mempraktikkan pemadaman api.

BACA JUGA  Becak Listrik Bantuan Presiden Diserahkan ke Tukang Becak Lansia di Sidoarjo

Risiko kebakaran

Para ibu di Sidoarjo mendapat pelatihan memadamkan api. (MN/Ist)

​Indrawati menambahkan, pengetahuan ini sangat krusial mengingat kondisi pemukiman mereka yang tergolong padat. Apalagi di musim kemarau, risiko kebakaran di area rumah tangga meningkat drastis.

Pelatihan yang diinisiasi RT 06 ini membekali para ibu dan bapak agar tidak hanya bisa berteriak minta tolong, tapi bisa melakukan tindakan pencegahan awal sebelum api membesar.

​Kepala BPBD Sidoarjo Sabino Mariano memuji keberanian para warga, khususnya di tingkat RT/RW, yang mau belajar menjadi ‘pemadam mandiri’.

Ia mengakui bahwa petugas Damkar seringkali menghadapi kendala lalu lintas dan akses jalan yang rumit di wilayah urban seperti Sidoarjo.

Jadi percontohan

Para ibu di Sidoarjo mendapat pelatihan memadamkan api. (MN/Ist)

​Kondisi jalan yang sempit dan macet, kata Sabino, membuat target response time 15 menit sulit tercapai. Maka penanganan awal seperti ini menjadi sangat penting apabila terjadi kebakaran. Dengan adanya warga yang sigap, potensi kebakaran besar dapat ditekan sejak dini.

BACA JUGA  Rumah Warga Roboh, TNI/Polri Bersama BPBD dan Perangkat Desa Lakukan Penanganan Darurat 

​”Kami sangat mengapresiasi kemandirian ini. Penanganan awal itu sangat penting agar kebakaran tidak meluas, ​dan ini menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Sidoarjo,” kata Sabino. (OTW/M-01)

Related Posts

Tim Verifikasi Penyelenggaraan Sanitasi Datangi Sleman

PEMERINTAH Kabupaten Sleman menerima kunjungan kerja Tim Penilaian dan Verifikasi Lapangan dalam rangka Penilaian serta Pemilihan Kabupaten/Kota Terbaik pada Penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Sanitasi. Tim tersebut diterima langsung oleh Bupati Sleman…

Polresta Sleman Gelar Operasi Patuh Progo

POLRESTA Sleman resmi memulai pelaksanaan Operasi Patuh Progo 2026 yang ditandai dengan Apel Gelar Pasukan di halaman Polresta Sleman pada Senin di halaman Mapolresta Sleman di Jalan Jogja-Magelang. Apel gelar…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Konstelasi Hubungan Indonesia-Rusia dalam sebuah Bingkai

  • October 26, 2026
Konstelasi Hubungan Indonesia-Rusia dalam sebuah Bingkai

Kombes Boy Sutan Binanga Siregar Raih Gelar Doktor di UIN Jambi

  • October 26, 2026
Kombes Boy Sutan Binanga Siregar Raih Gelar Doktor di UIN Jambi

Persib Minta Kasus Meninggalnya Bobotoh Diusut Tuntas

  • October 26, 2026
Persib Minta Kasus Meninggalnya Bobotoh Diusut Tuntas

UII Sabet Penghargaan Best Airmanship and Safety dalam KRTI

  • October 26, 2026
UII Sabet Penghargaan Best Airmanship and Safety dalam KRTI

Tim Verifikasi Penyelenggaraan Sanitasi Datangi Sleman

  • October 26, 2026
Tim Verifikasi Penyelenggaraan Sanitasi Datangi Sleman

Polresta Sleman Gelar Operasi Patuh Progo

  • October 26, 2026
Polresta Sleman Gelar Operasi Patuh Progo