Pemkot Bandung tidak Mau Gegabah Tanggapi Dugaan Kebocoran Data

PEMERINTAH kota Bandung menyampaikan kekhawatirannya saat menanggapi isu kebocoran data yang belakangan menjadi perhatian publik di Kota Bandung.

Menurut mereka hal itu bisa saja kebocoran  terjadi di tingkat pusat, mengingat kasus serupa juga dilaporkan di sejumlah kota lain di Indonesia.

“Saya khawatir ini terjadi di pusat, karena juga terjadi di beberapa kota lain. Meski demikian, Pemkot Bandung tidak tinggal diam. Kami terus melakukan langkah antisipatif dengan memperkuat koordinasi bersama pemerintah pusat,” ungkap Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan Rabu (8/4).

Selain itu, Pemkot Bandung juga menggandeng aparat penegak hukum untuk memastikan adanya tindakan tegas terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran. Jadi siapa pun yang membocorkan data dapat ditindak.

Dilakukan transparan

“Dalam upaya penguatan sistem di tingkat daerah, kami menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan data. Salah satunya dengan tidak menyimpan data secara mandiri. Kami hanya mengumpulkan data kemudian menyerahkannya ke pusat data nasional,” paparnya.

BACA JUGA  Pemkot Bandung Perketat Pengawasan Pendatang

Farhan menyebut,  sebagai pihak yang bertugas mengumpulkan data Pemkot Bandung memiliki tanggung jawab untuk memastikan proses pengumpulan dilakukan secara transparan dan berdasarkan persetujuan masyarakat.

Pemkot juga memastikan masyarakat yang memberikan data melakukannya dalam kondisi sadar dan bersedia.

Kebocoran data

Sebelumnya adanya dugaan kebocoran data kependudukan beredar di media sosial (medsos) memicu kegaduhan warga Kota Bandung. Ini disebabkan ribuan bahkan diduga jutaan data identitas disebut beredar bebas. Namun Pemkot Bandung langsung menepis keterlibatan sistem mereka.

Dalam pernyataan resminya Pemkot Bandung melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) memastikan bahwa isu dugaan kebocoran data kependudukan yang beredar di medsos tidak berasal dari server Disdukcapil Kota Bandung.

BACA JUGA  Data NIK Warga Bandung Diduga Bocor, Pemkot Bantah dari server Disdukcapil 

Isu tersebut muncul setelah sebuah akun keamanan siber di media sosial pada 29 Maret 2026 mengunggah klaim mengenai dugaan peredaran data kependudukan dalam jumlah besar.

Informasi tersebut kemudian memicu berbagai spekulasi di ruang publik. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkot Bandung segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem dan database pada server di lingkungan Disdukcapil Kota Bandung serta berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Tidak spesifik

“Berdasarkan hasil telaah teknis serta merujuk pada surat dari BSSN kepada Computer Security Incident Response Team (CSIRT) Kota Bandung melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, ditemukan sejumlah ketidaksesuaian mendasar pada data yang diklaim beredar tersebut,” beber Kepala Diskominfo Kota Bandung Henryco Arie Sapiie pada Senin (6/4).

Pertama lanjut Henryco, data yang beredar tidak secara spesifik hanya memuat warga Kota Bandung, karena di dalamnya juga ditemukan alamat dari wilayah Kabupaten Bandung.

BACA JUGA  Bandung Usulkan 500 Peserta Sekolah Rakyat, Lahan Terkendala

Hal ini menunjukkan bahwa data set tersebut bukan berasal dari satu sumber administrasi kependudukan milik Kota Bandung. Kedua, struktur dan penamaan elemen data tidak sesuai dengan standar Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang digunakan secara resmi dalam pengelolaan administrasi kependudukan.

“Ketiga, terdapat perbedaan format penulisan tanggal, di mana sistem SIAK menggunakan format angka dua digit untuk bulan, sedangkan pada data yang beredar ditemukan format berbeda. Perbedaan ini semakin memperkuat indikasi bahwa data tersebut tidak berasal dari sistem resmi Disdukcapil,” sambungnya. (zahra/M-01)

Related Posts

Perlu Kerjasama Antarnegara untuk Hadapi Ancaman Karhutla

WAKIL Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menegaskan perlunya kerjasama antarnegara  dalam menghadapi ancaman kabut asap lintas negara (transboundary haze), terutama di tengah fenomena El Nino. Hal itu dikatakan Wamen Rohmat seusai…

RSUD dr. Slamet Garut Siap Kembangkan Layanan Berstandar Smart Hospital

BUPATI Garut, Abdusy Syakur Amin menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah berupaya meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan. Untuk itu Pemkab Garut mulai menyiapkan pengembangan pelayanan kesehatan melalui kunjungan kerja pimpinan Perkumpulan Teknik…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Perlu Kerjasama Antarnegara untuk Hadapi Ancaman Karhutla

  • October 9, 2026
Perlu Kerjasama Antarnegara untuk  Hadapi Ancaman Karhutla

RSUD dr. Slamet Garut Siap Kembangkan Layanan Berstandar Smart Hospital

  • October 9, 2026
RSUD dr. Slamet Garut Siap Kembangkan Layanan Berstandar Smart Hospital

Tasikmalaya Great Sale Diharap Dorong Perekonomian Daerah

  • October 9, 2026
Tasikmalaya Great Sale Diharap Dorong Perekonomian Daerah

PT KAI Perkuat Konektivitas Ekonomi Antarwilayah di Sumut

  • October 9, 2026
PT KAI Perkuat Konektivitas Ekonomi Antarwilayah di Sumut

Pemkab Batu Bara Terapkan Manajemen Talenta, BKN Beri Dukungan Penuh

  • October 9, 2026
Pemkab Batu Bara Terapkan Manajemen Talenta, BKN Beri Dukungan Penuh

Kapolda DIY Siap Wujudkan Program Polisi Bersama Masyarakat

  • October 9, 2026
Kapolda DIY Siap Wujudkan Program Polisi Bersama Masyarakat