
OPERASI pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar yang dilaporkan hilang kontak masih terus berlangsung. Hingga Minggu (18/1), Tim SAR Gabungan telah menemukan badan dan ekor pesawat di kawasan Puncak Bulusaraung, wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, selaku Sar Mission Coordinator (SMC), mengatakan proses evakuasi belum dapat dilakukan sepenuhnya karena terkendala cuaca buruk dan medan yang ekstrem.
“Saat ini tim SAR masih bertahan di Puncak Gunung Bulusaraung dengan mendirikan tenda di sekitar lokasi penemuan. Evakuasi belum bisa dilaksanakan akibat hujan, angin kencang, serta kabut tebal yang membatasi jarak pandang dan membahayakan keselamatan personel,” ujar Arif.
Meski demikian, tim tetap melakukan pengamanan lokasi serta identifikasi awal terhadap temuan sambil menunggu kondisi cuaca membaik. Perencanaan evakuasi dijadwalkan dilakukan pada esok hari dengan dua opsi utama.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menjelaskan evakuasi direncanakan melalui jalur udara maupun darat, menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Opsi evakuasi besok pagi, Senin (19/1/2026), adalah menggunakan helikopter Caracal yang akan mencoba mendarat di puncak untuk melakukan evakuasi dengan metode hoist. Apabila kondisi tidak memungkinkan melalui jalur udara, evakuasi akan dilakukan lewat jalur darat oleh tim SAR gabungan,” tegas Syafii.
Selain evakuasi korban, Basarnas juga akan melakukan pengangkatan bagian pesawat guna mendukung proses investigasi.
“Evakuasi tidak hanya dilakukan terhadap penumpang, tetapi juga bagian pesawat yang diperlukan untuk kepentingan investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT),” tambahnya.
Operasi SAR ini melibatkan ribuan personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, unsur potensi SAR, serta relawan, dengan dukungan peralatan darat dan udara. Pemantauan cuaca dilakukan secara ketat untuk memastikan keselamatan seluruh personel di lapangan. (Lin/S-01)






