
BADAN Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama tim SAR gabungan resmi menutup Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan.
Penutupan operasi ditandai dengan doa bersama yang digelar pada Sabtu (24/1), setelah tujuh hari pelaksanaan operasi di medan yang berat dan penuh tantangan.
Doa bersama diikuti seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat langsung dalam proses pencarian dan evakuasi. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para korban sekaligus refleksi atas tugas kemanusiaan yang telah dijalankan.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyampaikan bahwa Operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai tepat pada hari ketujuh.
“Berkat doa dari keluarga korban dan seluruh tim SAR gabungan, hari ini Operasi SAR pesawat ATR 42-500 kami nyatakan selesai dan ditutup. Tugas ini adalah tugas kemanusiaan, dan apa yang dilakukan di lapangan tidak bisa diukur dengan angka,” ujar Syafii.

Ia menegaskan, seluruh upaya pencarian, evakuasi, dan penanganan korban merupakan panggilan kemanusiaan yang dijalankan dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.
Menurutnya, keberhasilan operasi tidak lepas dari soliditas dan sinergi seluruh unsur yang terlibat, baik dari darat, udara, laut, maupun instansi pendukung lainnya.
“Tidak ada satu pun unsur yang bekerja sendiri. Semua bergerak sebagai satu tim, satu tujuan, dan satu rasa kemanusiaan,” katanya.
Syafii juga menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada seluruh personel SAR gabungan atas kerja keras selama operasi berlangsung.
“Terima kasih dan hormat saya kepada seluruh pihak yang terlibat. Pengabdian rekan-rekan menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam tugas kemanusiaan,” tutupnya.
Doa bersama tersebut menjadi penanda resmi berakhirnya Operasi SAR pesawat ATR 42-500 sekaligus penghormatan atas seluruh upaya kemanusiaan yang telah dilakukan selama proses pencarian dan evakuasi. (Lin/S-01)







