
BANJIR yang menggenangi Jalur Pantura Pati–Rembang tepatnya di kawasan pertigaan Widorokandang, Selasa (13/1), menyebabkan arus lalu lintas tersendat parah.
Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga sekitar tiga kilometer, terutama dari arah Rembang menuju Kota Pati.
Kapolresta Pati melalui Kasat Lantas Polresta Pati, Kompol Riki Fahmi Mubarok, menjelaskan bahwa perlambatan arus lalu lintas terjadi akibat luapan air sungai yang meluber ke badan jalan.
Lubang di jalan

Kondisi tersebut diperparah dengan adanya lubang-lubang jalan yang tertutup genangan sehingga kendaraan harus melaju dengan kecepatan rendah demi keselamatan.
“Situasi arus lalu lintas di simpang Widorokandang mengalami perlambatan cukup signifikan, khususnya dari arah Rembang ke Pati. Saat ini kendaraan didominasi kendaraan non-golongan satu, termasuk kendaraan berat dan sumbu tiga ke atas,” ujar Kompol Riki.
Untuk mengurai kepadatan, Satlantas Polresta Pati melakukan rekayasa lalu lintas terbatas dengan mengalihkan arus kendaraan dari arah timur menuju jalur Lingkar Selatan. Namun, pengendara tetap diimbau berhati-hati karena masih terdapat genangan air di beberapa titik.
Jalur alternatif
“Kami mengalihkan arus dari arah timur ke Lingkar Selatan. Jalur yang mengarah ke pusat Kota Pati juga terdampak genangan, sehingga pengendara harus ekstra waspada,” jelasnya.
Selain itu, disiapkan jalur alternatif bagi kendaraan roda dua dan kendaraan golongan satu dari arah Rembang menuju Pati, yakni melalui Batangan atau Simpang Tiga Sampang menuju Jakenan.
Sementara itu, kendaraan non-golongan satu dan kendaraan berat tetap diarahkan melalui Jalur Pantura.
“Untuk kendaraan besar dan sumbu tiga ke atas tetap melalui Jalur Pantura karena jalur alternatif tidak memungkinkan,” tegas Kompol Riki.
Di tengah kemacetan, personel Satlantas Polresta Pati juga menunjukkan aksi humanis dengan membantu pengendara yang mengalami kendala. Salah satunya membantu mendorong sepeda motor warga yang hampir mogok akibat terjebak genangan air.
Debit air
Satlantas Polresta Pati menegaskan akan terus melakukan pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan, memantau perkembangan debit air, serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna mempercepat penanganan genangan dan kerusakan jalan.
Masyarakat diimbau untuk memantau informasi lalu lintas terkini, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta menggunakan jalur alternatif sesuai ketentuan hingga kondisi arus lalu lintas di Jalur Pantura Pati–Rembang kembali normal.(Htm/N-01)








