
PRESIDEN Prabowo Subianto menghadiri perayaan Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional atau Monas, Jakarta, Jumat. Dengan menaiki Maung MV3, Presiden menyapa ribuan buruh yang telah berbaris di pintu masuk Monas.
Setelah itu Presiden naik ke panggung dan bertemu sejumlah perwakilan buruh seperti Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea dan Ketua Umum KSPI Said Iqbal.
Tampak hadir bersama Presiden Prabowo, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Ketenagakerjaan Yasserlie, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari serta Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Perjuangkan buruh

Dalam kesempatan itu Presiden menyatakan dirinya merasa selalu didukung oleh kaum buruh dan pekerja. Karena itu ia berjanji akan selalu berjuang menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia.
“Saya merasa bahwa kaum buruh selalu mendukung saya dan saya merasa jadi Presiden karena dukungan kaum buruh, kaum tani, kaum nelayan, kaum pekerja seluruh Indonesia,” kata Prabowo dalam pidatonya.
“Dan saya bertekad, saya bersumpah untuk berjuang untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia dan terutama mereka-mereka yang hidupnya masih sulit,” imbuh dia
RUU Ketenagakerjaan

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga mengaku telah meminta jajarannya untuk bersama-sama dengan DPR RI agar dapat menyelesaikan Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan tahun ini.
“Saya juga telah memberi instruksi kepada Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Hukum untuk segera bersama dengan DPR RI selesaikan Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Kalau bisa tahun ini juga harus selesai,” kata Presiden.
Dia memastikan bahwa isi dari undang-undang yang disahkan oleh pemerintah itu harus berpihak kepada kepentingan para buruh Indonesia.
Tidak hanya itu, Presiden juga memaparkan sejumlah langkah yang telah dan akan diambil pemerintah untuk memastikan kesejahteraan buruh. Mulai dari pembangunan rumah untuk masyarakat yang tidak hanya akan menyediakan rumah bagi pekerja tapi juga membuka lapangan kerja.
Pangkas potongan pendapatan aplikator
Bukan itu saja, Presiden juga mengaku telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang memangkas potongan pendapatan yang diambil perusahaan aplikator dari pengemudi ojek daring menjadi delapan persen.
Aturan itu tidak hanya memperbesar pembagian penghasilan kepada para pengemudi daring tapi juga mewajibkan perusahaan aplikator memberi perlindungan jaminan sosial bagi mitra.
“Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10 persen, harus di bawah 10 persen. Enak aje, lo yang keringat dia yang dapat duit, sorry aje. Kalau enggak mau ikut kita, enggak usah usaha di Indonesia,” tegas Presiden.
Presiden menegaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk membela hak para pengemudi ojek daring (ojol) yang setiap hari bekerja keras dan mempertaruhkan nyawa di jalanan. Menurutnya, skema pembagian hasil yang selama ini berlaku masih belum memberikan keadilan bagi para pengemudi. Prabowo menyebut bahwa sebelumnya pihak aplikator meminta setoran atau potongan sebesar 20 persen dari pendapatan pengemudi. (*/N-01)







