Kecelakaan Lalu Lintas di DIY Turun Sepanjang 2025

JUMLAH kecelakaan lalu lintas di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 6.533 kasus. Angka ini mengalami penurunan sebesar 1,7 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 6.646 kasus.

Kapolda DIY Irjen Pol. Anggoro Sukartono mengatakan, selain penurunan jumlah kasus, angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas juga turun signifikan.

“Jumlah korban meninggal dunia menurun 8,35 persen, dari 479 orang pada tahun 2024 menjadi 439 orang pada tahun 2025,” ujar Anggoro kepada wartawan, Selasa (30/12).

Namun demikian, korban luka berat justru mengalami peningkatan tajam. Pada 2024 tercatat tiga korban luka berat, sedangkan pada 2025 meningkat menjadi 24 orang atau naik 800 persen. Sementara korban luka ringan mengalami penurunan sebesar 1,87 persen, dari 8.915 orang pada 2024 menjadi 8.748 orang pada 2025.

BACA JUGA  AKBP Miharni Hanapi Resmi Gantikan AKBP Ary Murtini

Dari sisi kerugian materiil akibat kecelakaan lalu lintas, Kapolda menyebutkan terjadi penurunan cukup besar, yakni sebesar 47,02 persen. Kerugian materiil pada 2024 tercatat Rp8.455.370.015, sedangkan pada 2025 turun menjadi Rp4.479.949.541.

“Penyelesaian perkara kecelakaan lalu lintas juga meningkat, dari 6.230 kasus pada 2024 menjadi 6.273 kasus pada 2025,” katanya.

Terkait pelanggaran lalu lintas, Anggoro mengungkapkan bahwa baik pelanggaran berbasis Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) maupun non-ETLE mengalami penurunan.

Kecelakaan lalu lintas dan pelanggaran ETLE

Pelanggaran ETLE tercatat sebanyak 9.345 kasus pada 2024 dan menurun menjadi 9.191 kasus pada 2025 atau turun 1,65 persen. Sementara pelanggaran non-ETLE turun cukup signifikan, yakni 60,15 persen, dari 73.724 pelanggaran pada 2024 menjadi 37.076 pelanggaran pada 2025.

“Sementara itu, jumlah teguran justru meningkat tajam, naik 281 persen, dari 9.724 teguran pada 2024 menjadi 37.076 teguran pada 2025,” ujarnya.

BACA JUGA  Polda DIY Kenalkan Tugas Polisi ke Anak TK Budi Mulia

Dari sisi penerimaan denda tilang, Kapolda menyebutkan terjadi penurunan sebesar 55,54 persen, dari Rp11.577.917.000 pada 2024 menjadi Rp5.150.027.000 pada 2025.

Lebih lanjut, Anggoro menyampaikan bahwa secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah DIY sepanjang tahun 2025 berlangsung aman dan terkendali. Namun, jumlah kegiatan masyarakat mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kegiatan masyarakat pada 2024 tercatat sebanyak 2.544 kegiatan, sementara pada 2025 turun menjadi 956 kegiatan,” katanya.

Penurunan tersebut terjadi pada sejumlah sektor, seperti hiburan, pendidikan, budaya, pariwisata, dan politik. Dari enam jenis kegiatan yang dipantau, hanya kegiatan olahraga yang mengalami peningkatan, dari 302 kegiatan pada 2024 menjadi 362 kegiatan pada 2025.

Total massa yang terlibat dalam berbagai kegiatan masyarakat juga mengalami penurunan, dari 3.118.531 orang pada 2024 menjadi 2.028.857 orang pada 2025.

BACA JUGA  Polisi Siap Ungkap Fakta Laka seorang Perempuan di Samosir

Menurut Kapolda, penurunan jumlah kegiatan masyarakat ini dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global yang mengalami krisis pada 2025 serta berakhirnya tahapan Pemilu.

Sementara itu, aksi unjuk rasa sepanjang 2025 tercatat sebanyak 117 kegiatan, atau turun 29 aksi dibandingkan tahun 2024.

“Meski secara kuantitas menurun, secara kualitas aksi unjuk rasa mengalami peningkatan, ditandai dengan terjadinya aksi-aksi anarkistis, termasuk di Mapolda DIY,” ungkapnya.

Aksi unjuk rasa paling banyak terjadi di wilayah Kota Yogyakarta, disusul Kabupaten Sleman, Bantul, dan Kulon Progo. (AGT/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

PAGUYUBAN Pencinta Seni Nusantara dan Estetika Budaya (PSNB) menggalang sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebagai upaya pelestarian seni tradisional di wilayah tersebut. Untuk itu mereka beraudiensi dengan Wakil Bupati Sidoarjo…

Sebagian Jalan Kabupaten Sleman Rusak

KABUPATEN Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki jalan sepanjang 733,67 kilometer yang terdiri dari 371 ruas jalan. Dari panjang jalan yang mencapai lebih dari 722 kilometer tersebut, yang dalam kondisi sangat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

  • May 13, 2026
Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

Menjelajahi Bangkai Kapal Perang Dunia II di Perairan Tulamben Bali

  • May 13, 2026
Menjelajahi Bangkai Kapal Perang Dunia II di Perairan Tulamben Bali

Mengenali Apa Itu Hantavirus

  • May 13, 2026
Mengenali Apa Itu Hantavirus

Risiko Mendaki Gunung Saat Aktivitas Vulkanik Meningkat

  • May 13, 2026
Risiko Mendaki Gunung Saat Aktivitas Vulkanik Meningkat

Ini loh, Fungsi Sayap pada Hewan Purba

  • May 13, 2026
Ini loh, Fungsi Sayap pada Hewan Purba

Sebagian Jalan Kabupaten Sleman Rusak

  • May 13, 2026
Sebagian Jalan Kabupaten Sleman Rusak