Program MBG Jabar Dievaluasi, Pemprov Siapkan Satgas

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat pekan depan akan menandatangani nota kesepahaman (MoU), membentuk satgas, serta menyusun aturan yang mengikat semua pihak dalam program Makan Bergizi Gratis. Selain itu, disiapkan layanan pengaduan masyarakat.

“Kalau makanan tidak sesuai dengan standar Rp10 ribu, penerima manfaat bisa melaporkannya lewat media sosial atau grup WhatsApp pengaduan. Laporan akan dicek, dianalisis, dan diaudit. Kalau terbukti, sanksinya bisa administratif, pemberhentian, bahkan pidana karena menyangkut uang negara,” kata Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Selasa (30/9).

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG), di tengah usulan penghentian sementara program tersebut.

Menurut Dedi bahwa evaluasi harus diarahkan pada pelaksana program, yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang dinilai tidak sesuai standar.

BACA JUGA  Pemkot Bandung Libatkan 80 Puskesmas Awasi MBG

“Saat ini kita fokus saja pada peningkatan kualitas MBG. Yang diberhentikan itu pelaksana yang tidak sesuai standar,” tegas Dedi.

Satgas dan prosedur mitigasi

Sementara itu, pelaksanaan MBG di SMAN 3 Bandung sempat terhenti. Bukan karena penolakan sekolah, melainkan dapur vendor penyedia makanan yang sedang direnovasi. Sekolah hanya menerima distribusi MBG selama sepekan penuh di awal September.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 3 Bandung, Yudianto, mengatakan pihaknya tetap melakukan pengawasan ketat. “Dari 1.078 porsi, vendor diminta menyediakan sampel khusus. Guru mencoba dulu sebelum dibagikan ke siswa, untuk memastikan aman dan tidak beracun,” katanya.

Meski demikian, Yudi mengakui sempat ada kendala. “Pernah ada makanan berbau kurang sedap sehingga siswa enggan mengonsumsi. Itu jadi catatan sebelum program terhenti,” ujarnya.

BACA JUGA  NasDem Jabar Siap Safari Politik Perkenalkan Ilham Habibie ke Masyarakat

Menanggapi maraknya kasus keracunan di beberapa daerah, sekolah juga sudah menyiapkan prosedur mitigasi dengan menggandeng puskesmas terdekat untuk penanganan darurat.

Menurut Yudi, koordinasi dengan orang tua maupun komite sekolah terkait Program MBG belum sempat dilakukan karena program terhenti terlalu cepat. “Ke depan, kami berharap pemerintah lebih selektif dalam memastikan kualitas vendor,” tandasnya. (Rava/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

PLN Xtracare, UP 3 Pematangsiantar Beri Sambungan Listrik Gratis

SEBAGAI wujud kepedulian kepada masyarakat yang kurang mampu, PT PLN UP3 Pematangsiantar kembali menyalurkan bantuan melalui program Xtracare. Sebanyak 15 paket sembako diberikan kepada penerima manfaat yang tersebar di wilayah…

Terlibat Narkoba, Oknum Pejabat Kanwil Ditjenpas Jambi Dijebloskan ke Penjara

KABAR penahanan seorang oknum pejabat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi berinisial RB, 46 tahun, yang berhembus di masyarakat Jambi akhirnya terkonfirmasi. Kabid Humas Polda Jambi Kombes Erlan Munaji, Senin (29/6)…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Keterbatasan Fisik tidak Halangi Kuswantoro untuk Berprestasi

  • June 29, 2026
Keterbatasan Fisik tidak Halangi Kuswantoro untuk Berprestasi

PLN Xtracare, UP 3 Pematangsiantar Beri Sambungan Listrik Gratis

  • June 29, 2026
PLN Xtracare, UP 3 Pematangsiantar Beri Sambungan Listrik Gratis

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Banjir Lahar Berpotensi Terjadi

  • June 29, 2026
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Banjir Lahar Berpotensi Terjadi

Terlibat Narkoba, Oknum Pejabat Kanwil Ditjenpas Jambi Dijebloskan ke Penjara

  • June 29, 2026
Terlibat Narkoba, Oknum Pejabat Kanwil Ditjenpas Jambi Dijebloskan ke Penjara

Nelayan Mitra Undip Sukses Ekspor Ikan Teri ke Jepang dan Singapura

  • June 29, 2026
Nelayan Mitra Undip Sukses Ekspor Ikan Teri ke Jepang dan Singapura

Pemkot Bandung Kebut Perbaikan Infrastruktur Bandara Husein

  • June 29, 2026
Pemkot Bandung Kebut Perbaikan Infrastruktur Bandara Husein