Musim Hujan Datang Lebih Awal, Petani Butuh Pupuk untuk Musim Tanam

MUSIM hujan tahun ini datang lebih cepat di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan hasil pengukuran Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebanyak 42 persen wilayah zona musim di Indonesia diperkirakan akan memasuki musim hujan lebih cepat.

Majunya musim hujan di berbagai wilayah tersebut bisa dimanfaatkan petani untuk mempercepat masa tanam agar meningkatkan stok pangan nasional.

Untuk mendukung peluang tersebut, Pupuk Kujang, selaku anak usaha Pupuk Indonesia memastikan ketersediaan stok di wilayah distribusinya, termasuk di Tasikmalaya, Jawa Barat.

“Majunya musim hujan biasa dimanfaatkan petani untuk mempercepat masa tanam, dan kami terus menjaga stok pupuk untuk mendukung rencana petani tersebut,” ujar Fickry Martawisuda, GM Penjualan wilayah 2 Pupuk Indonesia.

BACA JUGA  Hari Tani Nasional Harus Jadi Momentum Perkuat Peran Petani

Belum optimal

Pupuk. (Dok.Ist)

Hal itu perlu dilakukan karena hingga bulan ini, serapan pupuk bersubsidi belum optimal. Berdasarkan pendataan hingga 18 September 2025, serapan pupuk bersubsidi di Kabupaten Tasik mencapai 33.304 ton, atau 40 persen dari alokasi sebanyak 83.591 ton yang terdiri dari Urea  14.656 ton, NPK  18.647 ton, dan Organik 2 ton.

Sedangkan di Kota Tasikmalaya, serapan pupuk bersubsidi mencapai 2.247 ton atau 24 persen dari alokasi sebanyak 9.207 ton. Terdiri dari Urea sebanyak 1.154 ton, NPK sebanyak 1.090 ton, dan organik sebanyak 4 ton.

“Produsen pupuk terus menjaga ketersediaan stok, situasinya telah mencukupi, kini saatnya petani proaktif menebus pupuk,” ujar Fickry.

Stok aman

Seperti terlihat dari kondisi stok saat ini di wilayah Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya dalam kondisi sangat aman. Dengan stok yang mencukupi untuk kebutuhan dua pekan ke depan, para petani diharapkan tidak perlu khawatir akan kekurangan pupuk, sehingga dapat melakukan pemupukan tepat waktu dan menjaga produktivitas hasil panen.

BACA JUGA  Komisi B DPRD Jateng Soroti Kasus Penjualan Pupuk Subsidi Lewat Medsos

Berdasarkan laporan per 18 September 2025, total stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Tasikmalaya mencapai 3.197 ton. Jumlah tersebut terdiri dari 1.710 ton pupuk Urea, 1.487 ton pupuk NPK,.

Sementara itu, stok di Kota Tasikmalaya tercatat sebanyak 3.574 ton, dengan rincian 996 ton pupuk Urea dan 2361 ton pupuk NPK. Jika digabungkan, total stok pupuk bersubsidi untuk wilayah Kabupaten dan Kota Tasikmalaya mencapai 6771 ton.

“Ketersediaan stok ini merupakan hasil perencanaan matang kami sebagai produsen dan pemerintah,” kata Sekretaris Perusahaan Pupuk Kujang, Ade Cahya Kurniawan.

Sudah disiapkan

Ia mengatakan, Pupuk Kujang terus berupaya agar para petani di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya dapat tenang dalam mempersiapkan lahan.

BACA JUGA  Tim SAR Stop Pencarian Dua Petani yang Tertimbun Longsor

Ketersediaan pupuk bersubsidi di gudang telah disiapkan jauh di atas kebutuhan dua minggu ke depan, sehingga pasokan untuk mendukung aktivitas pertanian tetap aman dan mencukupi. (Ro//N-01)

Pupuk (Dok.Ist)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

LURAH Condongcatur, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta berinisial RCS, ditetapkan menjadi tersangka kasus penyalahgunaan tanah kas desa (TKD) Kalurahan Condongcatur di dua tempat kejadian perkara. Dalam kasus penyalahgunaan tanah kas…

Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

DIREKTORAT Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Jawa Tengah mengungkap sejumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Salah satunya dugaan kekerasan fisik dan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Menikmati Liburan Penuh Makna di Candi Prambanan dan Ratu Boko

  • June 30, 2026
Menikmati Liburan Penuh Makna di Candi Prambanan dan Ratu Boko

Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

  • June 30, 2026
Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

  • June 30, 2026
Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

Polda Jateng Berhasil Ungkap 75 Kasus 3C Selama Juni 2026

  • June 30, 2026
Polda Jateng Berhasil Ungkap 75 Kasus 3C Selama Juni 2026

Dinyatakan Bersalah, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun

  • June 30, 2026
Dinyatakan Bersalah, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun

TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak

  • June 30, 2026
TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak