Kebersamaan, Doa dan Rasa Syukur di Balik Numplak Wajik

TRADISI yang disebut Numplak Wajik di Kraton Yogyakarta dalam satu tahun diselenggarakan tiga kali. Hal itu sesuai dengan pelaksanaan upacara Garebeg atau Grebeg, yakni di bulan Mulud (bulan ketiga dalam kalender Jawa Sultanagungan), bulan Sawal (bulan kesepuluh dalam kalender Jawa Sultanagungan) dan Besar (bulan ke-12 dalam kalender Jawa Sultanagungan).

Numplak Wajik yang artinya menuangkan wajik ke tempat lain biasanya dilakukan beberapa hari sebelum Garebeg. Kegiatan ini menjadi awal dari pembuatan gunungan atau pareden yang akan diarak dalam upacara Garebeg.

Numplak Wajik menyimpan pesan tentang kebersamaan, doa, serta rasa syukur yang diwariskan turun-temurun.

Lokasi pembuatan gunungan ini berada di sebuah bangunan yang disebut Panti Pareden yang berada di sisi tenggara Kemagangan atau tepatnya di sebelah selatan Regol Kemagangan Barat.

BACA JUGA  Prajurit Kraton Yogyakarta Dilatih Keterampilan Beladiri

Lima jenis

Dok.Ist

Gunungan yang dibuat setidaknya ada lima jenis, yakni Gunungan Jaler (Lanang), Gunungan Wadon, Gepak, Dharat dan Pawuhan. Namun khusus pada tahun Dal masih ada satu gunungan lagi yakni Gunungan Bromo.

Pembuatannya diawali dengan Gunungan Wadon. Mengapa Gunungan Wadon? Ini menyiratkan penghormatan Kraton Yogyakarta beserta punggawa dan rakyatnya terhadap perempuan.

Selama proses upacara Numplak Wajik, iringan musik gejog lesung tidak berhenti dan melantunkan gending-gending antara lain Owal-awil, Tundhung Setan, Gejogan, Wlayangan, Lompong Keli, Kebogiro, dan Blendhung Jagung, semuanya bermakna sebagai penolak bala.

Penyusunan gunungan

Prosesi Numplak Wajik ini dilaksanakan tiga hari sebelum pelaksanaan Garebeg yang dimaksudkan untuk memberi waktu dalam penyusunan gunungan.

BACA JUGA  Ketika Grebeg Besar Kraton Yogyakarta tak lagi Dirayah, tapi Dibagikan

Gunungan yang akan nantinya akan diarak dari Bangsal Sringanti hingga Masjid Gede, Kepatihan dan Pura Pakualaman ini berisi rangkaian yang disebut Kucu, Upil – upil, Tlapukan dan Rengginan.

Komponen tersebut kemudian dibentuk dan dibuat rangkaian sedemikian rupa hingga berbentuk seperti sekuntum bunga.

Selain komponen tersebut, terdapat beberapa jenis komponen lain yang jumlahnya lebih sedikit yang difungsikan sebagai hiasan gunungan diantaranya adalah Tedheng, Eblek, Bethetan, Ilat – ilatan, Ole – ole, Bedheran dan Bendhul.

Pada prosesi Numplak Wajik yang diadakan menjelang Garebeg Mulud Tahun Dal 1959 (2025), upacara dipimpin putri Sri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Mangkubumi yang diikuti para Abdi Dalem Keparak.

BACA JUGA  Peduli Masyarakat, Sido Muncul Undang 100 Penjual Jamu Gendong

Adonan wajik

Sebelum melakukan Numpak Wajik, dilantunkan doa yang dipimpin oleh Abdi Dalem Kanca Kaji yang dilanjutkan prosesi Numplak Wajik dilanjutkan dengan menumpahkan adonan wajik ke calon badan Gunungan Wadon.

Di akhir prosesi, masyarakat yang hadir dalam prosesi turut memperoleh Dlingo Bengle. Dlingo Bengle ini juga bertujuan sebagai penolak bala dan simbol permohonan kelancaran acara. Bagi warga, momen ini bukan hanya sakral, tetapi juga menghadirkan ikatan emosional antara keraton dan rakyat. (Agt/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

PSI Soroti Revisi SE Bupati Cianjur Soal UHC

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, akhirnya mencabut Surat Edaran Bupati Cianjur tentang penghentian program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas setelah memicu polemik. Namun, berbagai elemen memandang masih banyak pekerjaan…

Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

GELARAN Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 di Kota Semarang,  Jawa Tengah  tak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mesin penggerak ekonomi. Melalui Pameran Serambi Nusantara yang diikuti…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

PSI Soroti Revisi SE Bupati Cianjur Soal UHC

  • September 15, 2026
PSI Soroti Revisi SE Bupati Cianjur Soal UHC

Menkeu Suahasil Berkomitmen Jaga APBN dan Stabilitas Perekonomian

  • September 15, 2026
Menkeu Suahasil Berkomitmen Jaga APBN dan Stabilitas Perekonomian

TNI AL Siap Kawal Kapal Induk Garibaldi saat Masuk ALKI I

  • September 15, 2026
TNI AL Siap Kawal Kapal Induk Garibaldi saat Masuk ALKI I

Tangkap Tangan Dirjen ATR/BPN, KPK Sita Uang Ratusan Miliar

  • September 15, 2026
Tangkap Tangan Dirjen ATR/BPN, KPK Sita Uang Ratusan Miliar

Normalisasi Melanggengkan Kekerasan di Lingkungan Kampus

  • September 15, 2026
Normalisasi Melanggengkan Kekerasan di Lingkungan Kampus

Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

  • September 14, 2026
Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026