Langkah Kecil Mengembalikan Bandung Jadi Kota Kembang

WALI Kota Bandung, Muhammad Farhan mengaku bermimpi bisa mengembalikan Bandung sebagai Kota Kembang. Hal itu disampaikan Farhan saat menghadiri Konservasi Anggrek Bersama Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) DPC Kota Bandung di Pendopo, Sabtu (12/7).

Farhan menyebut kegiatan itu merupakan bagian dari kolaborasi Pemkot dengan komunitas dalam menghidupkan kembali identitas Kota Bandung. Kegiatan tersebut sebagai langkah sederhana dengan dampak yang luar biasa. Komunitas seperti PAI adalah contoh nyata kekuatan masyarakat yang tumbuh secara organik di Kota Bandung.

“Pendopo adalah ruang inklusif. Musisi bisa tampil, pengajian bisa berlangsung, bahkan kegiatan politik dan ekonomi bisa dilakukan di sini. Sekarang, anggrek juga hadir di sini sebagai simbol kolaborasi,” ungkapnya.

BACA JUGA  The Greater Hub SBM ITB Menarik Minat 21 Investor Dalam dan Luar Negeri

Laboratorium anggrek

Menurut Farhan, peran pemerintah kini lebih kepada menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuh kembangnya komunitas. Salah satunya dengan menyediakan ruang dan sarana yang dibutuhkan. Farhan menyebut DKPP Kota Bandung telah membangun laboratorium tanaman anggrek sebagai upaya mendukung konservasi ini.

“Saya punya mimpi, anggrek ini bisa jadi sesuatu yang besar. Tapi jangan dulu berpikir ekonomi. Jalani saja dulu sebagai hobi dengan kesungguhan,” tuturnya.

Ketua Pelaksana Konservasi Anggrek PAI DPC Kota Bandung, Fam Kiun Pat menyampaikan, penanaman anggrek akan dilakukan secara bertahap di lingkungan Pendopo. Kegiatan ini dapat menjadi simbol kebanggaan masyarakat Kota Bandung dalam melestarikan spesies anggrek, terutama yang berasal dari Jabar.
“Ini awal dari kembalinya istilah Bandung Kota Kembang,” ujarnya.

BACA JUGA  Grey Art Gallery Gandeng Ourchetype Gelar Pameran

Showcase edukasi

Sementara itu, Ketua PAI DPC Kota Bandung, Agung Prihanto, berterima kasih kepada Pemerintah Kota Bandung yang telah memberikan ruang serta dukungan kepada komunitas PAI. Ia berharap laboratorium anggrek di Cipadung dapat menjadi showcase edukasi bagi masyarakat dan pelajar.

“Kami siap mendukung dari sisi bibit dan perawatan. Kami ingin kegiatan ini tidak hanya mempercantik, tapi juga mengedukasi publik tentang kekayaan flora kita,” tandasnya.

Agung melanjutkan, Inisiatif konservasi anggrek ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan sekaligus memperkuat identitas Bandung sebagai kota kembang. (Rava/N-01)

BACA JUGA  Gubernur Jabar Targetkan Nol Rutilahu pada 2028

Dimitry Ramadan

Related Posts

Tim SAR Temukan Tiga Bodypack Korban Longsor di Hari Keenam

TIM SAR Gabungan masih terus melakukan operasi pencarian dan evakuasi korban atas musibah bencana tanah longsor yang terjadi di Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Diungkapkan Direktur Operasi…

KLH Gandeng ITB Kaji Lanskap Wilayah Longsor Cisarua

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup (KLH) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kesiapsiagaan serta penegakan hukum, guna mencegah bencana tanah longsor yang lebih parah di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Langkah tersebut diambil menyusul terjadinya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Tim SAR Temukan Tiga Bodypack Korban Longsor di Hari Keenam

  • January 29, 2026
Tim SAR Temukan Tiga Bodypack Korban Longsor di Hari Keenam

Gilas Garuda Jaya, Samator Jaga Asa ke Final Four Proliga

  • January 29, 2026
Gilas Garuda Jaya, Samator Jaga Asa ke Final Four Proliga

KLH Gandeng ITB Kaji Lanskap Wilayah Longsor Cisarua

  • January 29, 2026
KLH Gandeng  ITB Kaji Lanskap Wilayah Longsor Cisarua

Aktivis Perempuan Kecam Pembongkaran Pagar Mutiara Regency

  • January 29, 2026
Aktivis Perempuan Kecam Pembongkaran Pagar Mutiara Regency

Curi Peralatan Foto, Ibu dan Anak Ditangkap

  • January 29, 2026
Curi Peralatan Foto, Ibu dan Anak Ditangkap

Polisi Tetapkan Pelaku Eksploitasi Anak Jadi Tersangka

  • January 29, 2026
Polisi Tetapkan Pelaku Eksploitasi Anak Jadi Tersangka