Timsus 08 Laporkan Dugaan Peredaran Rokok Ilegal

Tim Khusus (Timsus) 08, yang beranggotakan eks anggota Tim Mawar Kopassus TNI, melaporkan hasil investigasi terkait dugaan peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai resmi melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Laporan tersebut telah disampaikan langsung kepada Direktur Jenderal Bea Cukai, Letjen (Purn) TNI Djaka Budhi Utama, pada Senin (30/6).

Fauka Noor Farid, mantan anggota Tim Mawar yang kini tergabung dalam Timsus 08, mengungkapkan bahwa temuan ini diperoleh dari hasil investigasi yang melibatkan dukungan TNI-Polri, serta koordinasi dengan BAIS dan BIN.

“Rokok ilegal ini tanpa pita cukai resmi dan telah beredar luas ke masyarakat melalui Pelabuhan Tanjung Perak,” kata Fauka saat dihubungi, Selasa (1/7).

BACA JUGA  Bea Cukai Bekasi Musnahkan 5 Juta Batang Rokok Ilegal

Fauka juga menduga adanya keterlibatan oknum pejabat yang memungkinkan distribusi rokok ilegal melalui pelabuhan tersebut. Namun, ia belum mengungkap secara rinci identitas maupun instansi dari oknum yang dimaksud.

“Negara dirugikan hingga miliaran rupiah. Seharusnya rokok ilegal yang disita dimusnahkan, bukan dibiarkan beredar,” tegasnya.

Temuan rokok ilegal sudah dilaporkan

Fauka menyatakan, semua temuan dan dugaan sudah disampaikan dalam laporan resmi ke Dirjen Bea Cukai, untuk ditindaklanjuti secara hukum oleh pihak berwenang.

“Soal siapa oknumnya, sudah kami sebutkan di laporan. Tinggal menunggu langkah dari Pak Dirjen dan jajarannya,” tambah Fauka, yang juga dikenal sebagai rekan sekaligus junior Dirjen Djaka saat di Tim Mawar.

BACA JUGA  Bea Cukai Sidoarjo Memusnahkan 19 Juta Batang Rokok Ilegal

Fauka juga menegaskan bahwa langkah pelaporan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap instruksi Presiden Prabowo Subianto, yang menugaskan Djaka Budhi Utama untuk meningkatkan pendapatan negara di sektor bea cukai.

“Kami hanya membantu menjalankan instruksi Pak Prabowo agar Bea Cukai bisa mendongkrak penerimaan negara, terutama dari sektor ekspor-impor dan pemberantasan rokok tanpa cukai,” ujarnya. (OTW/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Tertular Campak, Dokter Asal Kabupaten Cianjur Wafat 

SEORANG dokter internship di salah satu RS di Cianjur, Jabar, berinisial AMW (26) dikabarkan meninggal dunia dengan status suspek campak pada Kamis (26/3). Saat mendengar kabar tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi…

Tingkatkan Pelayanan, Manajemen Gembira Loka Zoo Naikkan Harga Tiket

MANAJEMEN Gembira Loka Zoo Yogyakarta memutuskan untuk menaikkan harga tiket masuk. Pada ketentuan baru, hari Jumat ditetapkan masuk dalam kelompok weekday sehingga tiket seharga Rp70.000 itu berlaku pada hari Senin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

UIN Sunan Kalijaga Masuk Ranking V Bidang Hukum Versi Scimago

  • March 30, 2026
UIN Sunan Kalijaga Masuk Ranking V  Bidang Hukum Versi Scimago

Tertular Campak, Dokter Asal Kabupaten Cianjur Wafat 

  • March 30, 2026
Tertular Campak, Dokter Asal Kabupaten Cianjur Wafat 

Para Siswa Sambut Hari Pertama Sekolah dengan Gembira

  • March 30, 2026
Para Siswa Sambut Hari Pertama Sekolah dengan Gembira

Tingkatkan Pelayanan, Manajemen Gembira Loka Zoo Naikkan Harga Tiket

  • March 30, 2026
Tingkatkan Pelayanan, Manajemen Gembira Loka Zoo Naikkan Harga Tiket

Pemprov Jabar Sudah Terapkan WFH

  • March 30, 2026
Pemprov Jabar Sudah Terapkan WFH

Pakar UGM Desak Pemda Buka Ruang Dialog Soal Nasib PPPK

  • March 30, 2026
Pakar UGM Desak Pemda Buka Ruang Dialog Soal Nasib PPPK