DPRD Jabar belum Bahas Anggaran Pendidikan Karakter Pelajar Bermasalah

PROGRAM Program pendidikan karater bagi pelajar bermasalah yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang membutuhkan anggaran sekitar Rp6 miliar, diambil dari APBD Jabar 2025. Dana tersebut digunakan untuk membiayai latihan khusus bagi dua ribu pelajar bermasalah melalui kerja sama dengan TNI/POLRI. Namun ternyata anggaran tersebut sama sekali belum pernah dibahas di DPRD Jabar.

“Alokasi anggaran untuk program tersebut tak pernah dibahas bersama DPRD, termasuk seperti apa konsep dan teknis pendidikan karakter yang digulirkan Gubernur Dedi Mulyadi. Penjabaran APBD Dedi Mulyadi kan tidak pernah melibatkan DPRD, jadi kita tidak tahu karena tidak pernah dibahas di DPRD,” tegas Wakil Ketua DPRD Jabar, Ono Surono.

Pelibatan DPRD

Menurut Ono, DPRD pasti akan mendalami yang terkait anggaran Rp6 miliar dari APBD itu. Ono yakin ke depan akan ada proses pembahasan. Idealnya gubernur mesti melibatkan legislatif dalam setiap kebijakannya. Sebab, DPRD memiliki wewenang dalam perumusan kebijakan daerah, apalagi kebijakan yang di dalamnya berujung pada penggunaan APBD.

BACA JUGA  DPR Jabar: Pengurangan TKD Pengaruhi Proses Pembangunan Daerah

“Seyogyanya dibahas bersama dengan DPRD. Tapi ini tidak ada (pembahasan), gaduhnya itu kan karena tidak pernah diajak bicara. Padahal kita institusi bagian dari pemerintahan daerah yang mempunyai kewenangan juga terkait dengan perencanaan sampai dengan ditetapkannya program yang berujung pada anggaran yang dibiayai APBD,” beber Ono.

Undang Disdik

Sementara itu, anggota Komisi V sekaligus Ketua Fraksi PPP DPRD Jabar, Zaini Shofari juga menyampaikan hal serupa. Pihaknya tidak tahu secara detail mengenai anggaran sebesar Rp 6 miliar untuk memenuhi biaya pendidikan karakter.

“Anggaran kita tidak pernah tahu apalagi sampai pembahasan, hanya disodorkan sekian, termasuk di wilayah regulasi,” ungkap Zaini.

Zaini mengaku DPRD dalam waktu dekat bakal mengundang Dinas Pendidikan Jabar untuk meminta penjelasan soal pendidikan karakter yang saat ini sudah dijalankan.

BACA JUGA  Gubernur Jabar Guyur Bonus Rp2 Miliar untuk Persib

“Yang jelas saya tidak tahu, kalau ada (anggaran latihan integritas dan kedisiplinan siswa), karena memang menjadi salah satu program prioritas gubernur di wilayah pendidikan,” tandasnya.

Sikap reaksioner

Zaini melanjutkan bahwa anggaran Rp 6 miliar untuk memenuhi kebutuhan dua ribu pelajar di barak militer, bukan angka yang sedikit. Dikhawatirkan, sikap reaksioner Dedi Mulyadi dalam merespon sebuah masalah, dicontoh kepala daerah lain dalam membuat kebijakan dan mengabaikan regulasi dan aturan.

“Kita menghormati gagasan gubernur setiap hari ada, tapi gagasan itu tidak harus selalu reaksioner. Artinya harus selalu dilakukan dengan sangat kilat. Saya suka dengan kecepatan, artinya fungsi-fungsi misalnya di DPRD juga harus terlibat di dalamnya,” ujar Zaini.

BACA JUGA  Bupati Samosir Sampaikan Nota Pengantar 4 Ranperda dan KUA-PPAS APBD 2026

Trias politika

Menurut Zaini, ketika bicara regulasi maka di situ adalah kebijakan politik, ketika bicara kebijakan politik maka trias politika berjalan. Ada eksekutif, ada legislative dan ada yudikatif. Eksekutif berjalan, legislatif berjalan. Tapi kalau hanya salah satu yang berjalan, itu bukan demokrasi.

Untuk diketahui para pelajar bermasalah tersebut dilatih integritas, disiplin dan wawasan bela negara di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pendidikan itu mencakup 40 siswa per 5 wilayah selama 10 bulan sekali dengan durasi pelatihan selama 10 hari di barak TNI. (Rava/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Lagi, DKPP Kota Bandung di Undang ke Milan Paparkan Program Buruan SAE

PEMERINTAH Kota Bandung kembali menegaskan posisinya sebagai pelopor tata kelola pangan perkotaan (urban food governance) di tingkat global. Hal itu dibuktikan dengan undangan resmi dari World Food Programme (WFP) dan Milan…

Pemkab Cianjur Dorong BUMD Perkuat Kemandirian Fiskal

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, terus mendorong badan usaha milik daerah (BUMD) agar berinovasi. Terutama untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah di tengah berbagai kebijakan anggaran saat ini. Salah satunya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Gol Barros Antar Kemenangan Persib

  • July 25, 2026
Gol Barros Antar Kemenangan Persib

15 Santri Dapat Beasiswa Kuliah ke Luar Negeri

  • July 25, 2026
15 Santri Dapat Beasiswa Kuliah ke Luar Negeri

Perluas Kemitraan, Kalog Express Dorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

  • July 25, 2026
Perluas Kemitraan, Kalog Express Dorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Tiga Mahasiswa Asing Ikut Wisuda UPN Veteran Yogyakarta

  • July 25, 2026
Tiga Mahasiswa Asing Ikut Wisuda UPN Veteran Yogyakarta

Lagi, DKPP Kota Bandung di Undang ke Milan Paparkan Program Buruan SAE

  • July 25, 2026
Lagi, DKPP Kota Bandung di Undang ke Milan Paparkan Program Buruan SAE

Pemkab Cianjur Dorong BUMD Perkuat Kemandirian Fiskal

  • July 25, 2026
Pemkab Cianjur Dorong BUMD Perkuat Kemandirian Fiskal