
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,4 triliun, untuk penanganan jalan provinsi serta penggantian, maupun rehabilitasi jembatan di wilayah tersebut.
“Penanganan jalan dan jembatan adalah fokus kami untuk tahun ini dan juga tahun depan. Setelah jalan provinsi semuanya dalam keadaan sempurna, pemprov akan memberikan stimulus terhadap kabupaten kota yang tidak memiliki kemampuan anggaran untuk penanganan jalan dan jembatan,” ungkap Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.
Dedi mengingatkan kabupaten/kota yang tidak punya kemampuan keuangan untuk membangun jalan, agar segera menyempurnakan pembangunan jalan yang ada. Sebab pihaknya pasti mengevaluasi terhadap anggaran yang dimilikinya.
Jangan sampai untuk jalan tidak ada, untuk kegiatan lain ada anggaranya. Sedangkan untuk jalan desa, sudah ada dana desa. Namun apabila desa-desa tidak memiliki kemampuan karena wilayahnya sangat luas dan alokasi dana desanya tidak mencukupi, pihaknya akan memberikan stimulus terhadap pembangunan jalan desa.
“Stimulus akan diberikan dengan catatan, dana desanya sudah bisa dilaksanakan secara optimal dan biasanya tidak punya kemampuan keuangan untuk membangun jalan karena keterbatasan anggaran,” beber Dedi.
Kewenangan pengelolaan
Anggarannya lanjut Dedi, dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah desa, pemerintah kabupaten kota dan pemerintah provinsi Jabar serta pemerintah pusat.
Adapun kewenangan pengelolaan maupun penanganan jalan di Jabar, sesuai UU Nomor 2 tahun 2022 tentang Jalan, terbagi menjadi beberapa tingkatan, yaitu pemerintah pusat bertanggung jawab atas perbaikan dan pemeliharaan jalan nasional.
Pemprov Jabar melalui DBMPR bertanggung jawab atas perbaikan dan pemeliharaan jalan provinsi dan pemda kabupaten kota, bertanggung jawab atas perbaikan dan pemeliharaan jalan kabupaten kota.
“Dinas BMPR Jabar bertanggung jawab dalam mengoordinasikan dan melaksanakan penanganan jalan provinsi di wilayah Jabar serta memastikan bahwa jalan-jalan di provinsi tersebut dalam kondisi yang baik dan aman untuk dilalui,” sambung Dedi.
Lima jembatan
Sementara itu lanjut Dedi, tingkat kemantapan jalan di Jabar telah mencapai 86,44 persen pada akhir tahun 2024 dan ditargetkan meningkat menjadi 87,51 persen pada akhir 2025 melalui perbaikan jalan sepanjang 272 kilometer.
Lalu pada 2024, Dinas BMPR Jabar telah menyelesaikan perbaikan jalan sepanjang 221 kilometer dan memperbaiki lima jembatan. (Rava/N-01)







