7 Lembar Plat Kuningan Kraton Jogja Raib saat Revitalisasi

SULTAN Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Bawono X mengungkapkan, dalam proses revitalisasi kawasan Tugu Yogyakarta, Kraton Yogyakarta kehilangan 7 lembar pelat kuningan yang ditanam di bawah jalan di seputar Tugu Pal Putih (de Witte Paal) Kota Yogyakarta.

Hal itu disampaikan di Sri Sultan di depan para pimpinan Organisasi Keagamaan Pemuda di Nawang Jagad di Kaliurang, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (20/1).

Pada kegiatan peresmian institusi baru Kraton Yogyakarta yang mengurus masalah lingkungan hidup, Sri Sultan mengungkapkan, hamparan tanah di Yogyakarta, kebanyakan adalah tanah yang berasal dari erupsi gunung atau tanah lava. Menurut Sri Sultan, tanah lava ini mencapai ketebalan lebih dari 50 meter dari permukaan.  “Tanah ini sifatnya tidak mudah padat,” katanya.

BACA JUGA  Peringati Hari Bakti ke-79, TNI AU Tambah Alutsista

Lembaran plat

Pada masa lalu, pendiri Kesultanan Yogyakarta telah memiliki teknologi yang memadai untuk mengatasi permasalahan ini. Yang salah satunya untuk mengatasi munculnya rongga bawah tanah di seputar Tugu Pal Putih.

Di lokasi tersebut, dipasang lembaran tebal plat kuningan dengan jumlah sekurangnya tujuh lembar. Namun ukurannya tidak ada catatan yang pasti.

Lembar-lembar pelat kuningan tersebut, jelas Sri Sultan diambil saat penataan kabel yang terpasang di atas melintang jalan di sekitar Tugu Pal Putih. “Dalam penataan, kabel-kabel tersebut harus dirapikan dan ditanam di bawah tanah,” katanya.

Pada saat itulah, lembar pelat kuningan yang berjumlah tujuh lembar hilang. “Karena ada nilainya, ya diambil dan tidak dikembalikan,” kata Sri Sultan. Padahal, lembar-lembar tersebut sangat penting fungsinya.

BACA JUGA  DIY Resmi Punya Embarkasi dan Debarkasi Haji

Abaikan kecerdasan lokal

Sri Sultan juga mengungkapkan, dalam berbagai pelaksanaan pembangunan di Yogyakarta, para perancang seringkali mengabaikan kecerdasan lokal yang sudah teruji. Para perancang, katanya, mengabaikan kecerdasan lokal ini karena dituturkan oleh bukan seorang insinyur.

Gubernur DIY itu lebih lanjut mengemukakan, pada saat pemerintah pusat membangun under pass Kentungan yang berada di sebelah barat perempatan Kentungan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta telah disarankan agar diubah. “Tidak under pass tetapi kami sarankan agar jalan layang atau fly pass,” katanya.

Muncul air

Alasannya, karena kawasan dari Monjali (Monumen Jogja Kembali) ke timur termasuk sampai ke Kentungan adalah area perputaran air di bawah tanah. Namun saran itu diabaikan. “Yo karena aku dudu insinyur,” kata Sultan.

BACA JUGA  BPS Catat Penyerapan Tenaga Kerja di DIY Naik

Akibatnya, katanya, di area under pass selalu muncul air yang tidak bisa dihentikan. “Ya karena pusaran air,” kata Sri Sultan.

Sampai saat ini pada musim kemarau pun, mereka yang melintas under pass kentungan akan melihat bahwa di dalam terowongan selalu berair. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Awal Musim Penghujan di DIY Diprediksi pada Dasarian III November

KEPALA Stsiun Klimatologi Yogyakarta Mamenun, mengungkapkan awal musim hujan 2026/2027 diprediksi terjadi pada dasarian III November 2026 sebanyak 2 ZOM (25%), dasarian Desember I 2026 sebanyak 3 ZOM (37.5%), dan…

Rakor Bappeda se-Bali 2026 Tekankan Perencanaan Berbasis Data

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah memperkuat sinergi perencanaan pembangunan untuk memastikan kebijakan nasional dapat diterjemahkan menjadi program yang tepat sasaran, merata, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal tersebut menjadi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bezzecchi Pimpin Dominasi Aprilia di Sirkuit Mandalika

  • October 12, 2026
Bezzecchi  Pimpin Dominasi Aprilia di Sirkuit Mandalika

Gunduli Singapura, Indonesia Segel Tket ke Piala Asia Putri U-17

  • October 12, 2026
Gunduli Singapura, Indonesia Segel Tket ke Piala Asia Putri U-17

Borneo Terjungkal di Tangan Java United, PSS Gasak PSM

  • October 12, 2026
Borneo Terjungkal di Tangan Java United, PSS Gasak PSM

Bantu Kembangkan Sepak Bola Indonesia, Sergio Van Dijk dkk dirikan Neo Gen Academy

  • October 11, 2026
Bantu Kembangkan Sepak Bola Indonesia, Sergio Van Dijk dkk dirikan Neo Gen Academy

Persib Bangkit, Paksa Dewa United Berbagi Poin

  • October 11, 2026
Persib Bangkit, Paksa Dewa United Berbagi Poin

Awal Musim Penghujan di DIY Diprediksi pada Dasarian III November

  • October 11, 2026
Awal Musim Penghujan di DIY Diprediksi pada Dasarian III November