Kota Sukabumi Berbenah Setelah Direndam Banjir Besar

PEMERINTAH Kota Sukabumi masih melakukan penanganan pascabencana banjir.

Sekaligus menyalurkan bantuan serta menyasar lokasi lain yang dikhawatirkan belum terdata.

Dampak bencana hidrometeorologi di Kota Sukabumi jadi atensi Pemprov Jabar.

Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin, meninjau sejumlah lokasi terdampak cuaca ekstrem di Kota Sukabumi, Rabu (6/11).

Bey cukup terkejut dengan dampak yang ditimbulkan cuaca ekstrem di Kota Sukabumi. Tingkat kerusakannya relatif cukup parah. “Ini tentu cukup berat bagi masyarakat,” kata Bey.

Tak hanya di Kota Sukabumi, dampak cuaca ekstrem yang terjadi Selasa (5/11/2024), juga terjadi di Kabupaten Bandung.

Menurut Bey, saat ini memang tengah terjadi peralihan musim dari kemarau ke hujan.

BACA JUGA  BNPB Beri Empat Strategi untuk Tangani Banjir di Bandung Raya

Di masa transisi itu memicu potensi cuaca ekstrem. Kondisinya terjadi hujan berintensitas tinggi yang disertai angin kencang serta petir.

“Hujan ekstrem diprediksi terjadi sampai Februari 2025. Warga harus berhati-hati,” ungkapnya.

Bey mengingatkan masyarakat agar bisa menjaga lingkungan. Pasalnya, di lokasi dia menemukan sampah yang kemungkinan terbawa saat terjadi banjir.

“Kita melihat banyak sampah yang menumpuk di sungai. Kemungkinan ada yang buang sampah sembarangan,” kata Bey.

“Lalu harus diperhatikan juga bangunan di garis sempadan sungai. Pemerintah kota dan kabupaten harus lebih tertib lagi menerbitkan izin,” pungkasnya.

Banjir Kota Sukabumi jadi atensi

Pj Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji mengatakan pascabencana, perkembangan kondisi di lapangan terus ditangani dan dipantau.

BACA JUGA  Gempa Bumi Magnitudo 5.0 di Kabupaten Bandung dan Garut

Hal itu untuk memastikan tak ada warga yang telantar pascabencana. “Beberapa rumah yang kami kunjungi mengalami kerusakan akibat luapan air dari sungai,” kata Kusmana.

Ia memastikan para pengungsi yang terdampak telah mendapat bantuan tempat tinggal sementara.

Di Kelurahan Cikondang misalnya, terdapat sejumlah masyarakat yang saat ini mengungsi.

“Untuk yang perempuan ditempatkan di aula, sementara laki-laki juga mendapat tempat terpisah untuk beristirahat,” ujarnya.

Kusmana menekankan pentingnya penanganan kolaboratif antara pemerintah daerah dan provinsi  merespons kebencanaan.

Ia menegaskan terus berkoordinasi dengan perangkat daerah di Jawa Barat dalam upaya pemulihan pascabencana.

“Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial, Dinas PUTR, dan Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat dalam upaya pemulihan pascabencana serta peningkatan kesiapsiagaan di kawasan rawan banjir,” pungkasnya. (Zea/S-01)

BACA JUGA  921 Orang Meninggal Akibat Banjir di Pakistan

Siswantini Suryandari

Related Posts

Gandeng ITB, Pemkot Bandung Luncurkan Program Angkot to School

PEMERINTAH Kota Bandung terus mendorong pembenahan transportasi publik melalui pengembangan sistem integrasi angkutan kota (angkot). Program yang dikembangkan bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut kini mulai diuji coba untuk menghadirkan…

Diduga Korupsi untuk Judol, Pimpinan Cabang Bank Pemerintah di Sleman Ditangkap

KEJAKSAAN Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta menahan seorang pimpinan sebuah bank pelat merah di Sleman berinisial HSU. Kasi Penkum Kejati DIY Langgeng Prabowo menjelaskan dalam menangani kasus itu mereka memeriksa saksi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Gandeng ITB, Pemkot Bandung Luncurkan Program Angkot to School

  • November 6, 2026
Gandeng ITB, Pemkot Bandung Luncurkan Program Angkot to School

Diduga Korupsi untuk Judol, Pimpinan Cabang Bank Pemerintah di Sleman Ditangkap

  • November 6, 2026
Diduga Korupsi untuk Judol, Pimpinan Cabang Bank Pemerintah di Sleman Ditangkap

Puluhan Kades dari Kalsel Studi Tiru ke Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo 

  • November 6, 2026
Puluhan Kades dari Kalsel Studi Tiru ke Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo 

Festival Literasi Sergai Dorong Generasi Muda Cerdas Digital dan Gemar Membaca

  • November 6, 2026
Festival Literasi Sergai Dorong Generasi Muda Cerdas Digital dan Gemar Membaca

Dukung Industri Dalam Negeri, KAI Batal Impor Kereta Bekas dari Jepang

  • November 6, 2026
Dukung Industri Dalam Negeri, KAI Batal Impor Kereta Bekas dari Jepang

KAI Siapkan Anggaran Rp2 Triliun untuk Bangun Kereta di Bali

  • November 6, 2026
KAI Siapkan Anggaran Rp2 Triliun untuk Bangun Kereta di Bali