
PUSAT Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi terkait gempa bumi dangkal Magnitudo 5.0 dengan kedalaman 10 km di Kabupaten Bandung, Rabu (19/9).
PVMBG merekomendasikan bahwa Kabupaten Bandung tergolong rawan gempa Bumi. Untuk itu harus ditingkatkan upaya mitigasi baik mitigasi struktural maupun non struktural.
Bangunan di Kabupaten Bandung harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi.
Tujuannya untuk menghindari dari risiko kerusakan dan harus dilengkapi jalur dan tempat evakuasi.
PVMBG memperkirakan kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya sesar permukaan.
Termasuk bahaya ikutan berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.
“Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan dari petugas BPBD setempat. Tetap waspada dengan kejadian gempa susulan,” saran PVMBG dalam keterangan tertulis, Rabu (18/9).
Masyarakat diimbau jangan terpancing isu hoaks tentang gempa bumi dan tsunami.
“Bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan agar mengungsi ke tempat aman,” saran PVMBG.
Laporan dari BPBD Kabupaten Bandung, gempa bumi menyebabkan lima orang luka berat, 14 orang luka sedang dan satu orang luka ringan.
Sedangkan bangunan rusak di Kabupaten Bandung rinciannya dua unit sekolah, dua unit fasilitas kesehatan, dua unit gedung pemerintahan, dua unit fasilitas ibadah.
Sedangkan rumah rusak terbanyak di Desa Cihawuk, Desa Cibeureum dan Desa Tarumajaya, Kabupaten Bandung.
Di Kabupaten Garut, gempa bumi berdampak pada 7 unit rumah dan 1 unit sekolah. (*/S-01)







