Industri Farmasi Indonesia masih Bergantung Bahan Baku Impor

  • Blog
  • November 9, 2025
  • 0 Comments

INDUSTRI farmasi di Indonesia pascapandemi covid-19, berlomba-lomba untuk memperkuat ketahanan kesehatan. Namun, dari 2.043 industri farmasi di Tanah Air masih sangat menggantungkan bahan baku impor.

Bahkan hingga saat ini tercatat 80 bahan baku industri farmasi nasional berasal dari luar negeri. Hal itu mengemuka dalam kegiatan Indonesia Biopharmaceutical Summit (IBS) 2025 dengan pesan Shaping the Future of Biopharma in Indonesia pada 6–7 November di Fakultas Farmasi UGM.

Selain itu disebutkan juga bahwa industri farmasi Indonesia ini masih terkonsentrasi di Jawa, sedangkan yang membangun industri farmasi di luar Jawa masih sangat sedikit.

Hal itu terungkap dari materi yang disampaikan Direktur Ketahanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kemenkes RI, Dr. Jeffri Ardiyanto, M.App.Sc., dalam kegiatan tersebut.

Perubahan pola penyakit

Ia mengataan usaha pemerintah dari belanja kesehatan nasional mencapai sekitar Rp200 triliun per tahun digunakan untuk sektor farmasi termasuk pengadaan obat secara lokal.

BACA JUGA  Matangkan Persiapan Pilkada, KPU Riau Gelar FGD

“Memang kebutuhan akan obat dan alat kesehatan ini perlu segera diatasi seiring kebutuhan farmasi nasional berkembang karena perubahan pola penyakit,” katanya.

Diakui telah terjadi pergeseran penyakit dominan dari menular ke tidak menular seperti stroke, jantung, dan diabetes, dalam satu dekade terakhir. “Produk kita yang telah bisa diproduksi antaranya enoxaparin, insulin glargine, EPO, dan target sedang dikembangkan vaksin rubella, dengue, HPV, dan TB,” sebutnya.

Head of Life Science Product Development Division PT Bio Farma, Acep Riza Wijayadikusumah, dalam kesempatan tersebut membagikan pengalamannya mengembangkan vaksin polio nOPV2, hasil riset sejak 2011.

Empat pilar utama

Menurut dia, ini menjadi bukti bahwa inovasi lokal mampu memberikan dampak global. Acep menjelaskan ide dasar vaksinasi adalah memblokir interaksi antara patogen, baik virus maupun bakteri, dengan sel tubuh manusia.

BACA JUGA  Amerika Serikat masih Jadi Tujuan Utama Ekspor Yogyakarta

“Saat patogen masuk ke tubuh, mereka mencari celah untuk menginfeksi. Melalui vaksinasi, kita membentuk antibodi yang mampu menutup jalur masuk itu,” terangnya.

Dalam kombinasi tantangan industri, Miles Shi, Ph.D., General Manager TechOps PT Etana Biotechnologies Indonesia, memaparkan empat pilar utama yang saling berkaitan ialah regulasi, rantai pasok (supply chain), pengembangan talenta, dan efisiensi biaya. Miles menegaskan bahwa keempat aspek ini tidak dapat berjalan terpisah dan harus dikelola melalui kolaborasi antara industri, akademisi, dan pemerintah.

“Di kancah akademisi itu masih lingkup riset dan prototipe, sehingga perlu menarik industri dan pemerintah seperti BPOM agar hasilnya dapat diproduksi dan dipasarkan secara legal,” ujarnya.

Lintas bidang

Dekan Farmasi UGM, Prof. Dr. apt. Satibi, M.Si., keberagaman ini membuka ruang untuk berbagi pengetahuan lintas bidang dari laboratorium hingga penerapan praktik nyata.

BACA JUGA  Deteksi Dini Konflik, Kemenag Sidoarjo Kumpulkan Tokoh Agama

“Bersama dengan PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) dan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma (USD) sebagai co-host, summit ini membuka peluang kerja sama demi ketahanan kesehatan Indonesia,” ucapnya.

Kegiatan IBS 2025 ini diikuti oleh sekitar 286 peserta, baik secara daring maupun luring, yang terdiri atas sivitas akademika, peneliti, pelaku industri biofarmasi, serta perwakilan lembaga pemerintah seperti BPOM yang turut mendiskusikan topik hangat ini bersama 18 pembicara terkemuka dari berbagai lembaga dan industri biofarmasi dalam hingga luar negeri. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Lindi TPA Berisiko Cemari Air dan Tanah

KEBERADAAN Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau yang kini dikenal sebagai Tempat Pemrosesan Akhir masih menjadi tantangan serius dalam pengelolaan sampah di Indonesia. Banyak TPA yang belum dilengkapi instalasi pengolahan lindi secara…

Angelina Jolie Bicara Terbuka soal Mastektomi

AKTRIS Hollywood Angelina Jolie secara terbuka memperlihatkan bekas luka operasi mastektomi gandanya dalam sebuah wawancara terbaru. Peraih Oscar berusia 50 tahun itu mengungkapkan alasannya kepada TIME France mengapa kini memilih…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Lindi TPA Berisiko Cemari Air dan Tanah

  • December 16, 2025
Lindi TPA Berisiko Cemari Air dan Tanah

Angelina Jolie Bicara Terbuka soal Mastektomi

  • December 16, 2025
Angelina Jolie Bicara Terbuka soal Mastektomi

Kejari dan Pemkab Sidoarjo Terapkan Pidana Kerja Sosial

  • December 16, 2025
Kejari dan Pemkab Sidoarjo Terapkan Pidana Kerja Sosial

The Gaia Hotel Bandung Hadirkan Festive Season Tutup 2025

  • December 16, 2025
The Gaia Hotel Bandung Hadirkan Festive Season Tutup 2025

OJK Raih Penghargaan Badan Publik Terbaik Nasional

  • December 16, 2025
OJK Raih Penghargaan Badan Publik Terbaik Nasional

AHY: Pemulihan Infrastruktur Sumatra Butuh Rp51 Triliun

  • December 16, 2025
AHY: Pemulihan Infrastruktur Sumatra Butuh Rp51 Triliun