Tidar Banten Tegaskan Gerindra Tolak Kader Jalan Pintas

KETUA Tunas Indonesia Raya (Tidar) Provinsi Banten, Hijaz Putra Junaidi Mahesa, menegaskan menolak wacana Budi Arie Setiadi bergabung ke Partai Gerindra.

Menurut Hijaz, langkah tersebut tidak sejalan dengan semangat kaderisasi dan nilai perjuangan yang selama ini dibangun di tubuh Partai Gerindra.

“Gerindra adalah partai yang lahir dari militansi kader dan pengorbanan panjang di akar rumput. Kami menilai Gerindra bukanlah tempat persinggahan bagi siapa pun ketika partai ini sedang berada di puncak kejayaan. Hal semacam ini justru dapat menurunkan semangat kader yang melihat adanya sikap pragmatis dari pihak luar yang masuk tanpa proses perjuangan,” ujar Hijaz.

Hijaz menekankan komitmen terhadap perjuangan partai adalah hal yang tidak bisa ditawar. Ia menilai setiap kader yang tumbuh bersama Gerindra telah melalui proses panjang, sehingga tidak sepantasnya ada ‘jalan pintas’ bagi tokoh luar yang tiba-tiba masuk tanpa rekam jejak kontribusi di internal partai.

BACA JUGA  Budi Arie Tegaskan Statemennya Soal Percepatan Pemilu Analisa Pribadi

“Kami menghargai setiap tokoh nasional yang ingin bergabung dengan Gerindra, namun harus ada proses serta penghormatan terhadap kader yang sudah berjuang sejak awal,” tambahnya.

Hijaz juga mengenang pesan ayahandanya, Desmond J Mahesa, yang selalu menanamkan pentingnya loyalitas dalam berpartai.

“Sejak dulu, almarhum ayah saya selalu menegaskan bahwa di Partai Gerindra, loyalitas adalah hal utama yang membuat kader-kadernya kuat,” tegas Hijaz.

Ia menutup pernyataannya dengan harapan agar suara kader di daerah turut menjadi bahan pertimbangan bagi pimpinan pusat.

“Gerindra menjadi besar karena didirikan dan diperjuangkan oleh kader yang loyal sejak awal, hingga kini partai ini memiliki presiden sendiri. Kami berharap suara dari daerah bisa menjadi pertimbangan bagi pimpinan pusat,” pungkasnya.(*/W-01)

BACA JUGA  Elektabilitas Gerindra Tertinggi, Terkerek Efek Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Pemerintah

bowo prasetyo

Related Posts

Eks Tim Mawar Sebut Prabowo Sudah Waspadai Pengkhianat Sejak 2025

PRAKTISI intelijen sekaligus mantan anggota Tim Mawar Kopassus, Fauka Noor Farid, memberikan tanggapan terkait kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang melibatkan tiga oknum perwira tinggi (pati) Mabes Polri. Ketiga…

Pecat Listyo, Presiden Prabowo Tunjuk Ariyo Windutomo Sebagai Plt KSP

PRESIDEN Prabowo Subianto resmi memberhentikan Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) setelah mantan Kapolri itu ditetapkan sebagai tersangka kasus penyadapan ilegal. Selanjutnya, Prabowo menunjuk Letnan Jenderal TNI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

TP-PKK Sergai Raih Dua Penghargaan Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi

  • November 5, 2026
TP-PKK Sergai Raih Dua Penghargaan Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi

Nekat Bobol Rumah Temannya, Remaja ini Gondol Emas dan Laptop

  • November 4, 2026
Nekat Bobol Rumah Temannya, Remaja ini Gondol Emas dan Laptop

Bukan Cuma Mengajar, Guru di Bandung Bangun Karakter dan Keterampilan

  • November 4, 2026
Bukan Cuma Mengajar, Guru di Bandung Bangun Karakter dan Keterampilan

Penurunan Kemiskinan dan Good Governance Jadi Fokus Pembangunan DIY

  • November 4, 2026
Penurunan Kemiskinan dan Good Governance Jadi Fokus Pembangunan DIY

Kapolda DIY Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan di Mapolda

  • November 4, 2026
Kapolda DIY Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan di Mapolda

Eks Tim Mawar Sebut Prabowo Sudah Waspadai Pengkhianat Sejak 2025

  • November 4, 2026
Eks Tim Mawar Sebut Prabowo Sudah Waspadai Pengkhianat Sejak 2025