Baca Bersama Jawa Tengah Bersama Bunda Literasi Jateng

RATUSAN siswa ikut dalam gerakan “Baca Bersama Jawa Tengah“, di selasar Gedung Wisma Perdamaian, Selasa (6/5).

Ditemani Bunda Literasi Jateng Nawal Arafah Yasin, mereka larut dengan buku masing-masing, selama 20 menit, senyap, tanpa kata, tanpa suara.

Gerakan yang diinisiasi oleh Bunda Literasi Jateng menggandeng Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Jateng, boleh jadi acara perdana.

Namun, ajang itu menyedot antusiasme 150 siswa dari SMP, SMA, SMK, dan sejumlah perguruan tinggi di Kota Semarang.

Setelah 20 menit “Silent Reading”, para siswa kemudian diundang bergabung dengan Nawal Arafah, untuk menarasikan bacaan yang telah dicerna.

Nimas Chalya Prasetyo satu di antaranya siswi SMAN 3 Semarang yang akrab dipanggil Aya’ mengungkapkan telah membaca buku Hitam 2045 karya Henry Manampiring.

BACA JUGA  Gandrung Sastra dan Menghidupkan Budaya Literasi dari Pinggir

Baginya buku itu memberikan sebuah horizon baru, akan sebuah kemungkinan di masa depan.

“Bagiku, membaca itu penting banget. Kalau tidak baca dari mana kita dapat informasi,” ujar siswi kelas X itu di depan Nawal.

“Sebenarnya bukan hanya membaca, tapi bagaimana kita menyerap dan menyaring informasi, memahami, dan mempraktikannya,” lanjutnya.

Hal serupa diungkapkan, siswa SMKN Jateng Hanif Desta. Baginya, kegiatan literasi seperti ini sangat seru. Sebab, kegiatan membaca dapat mengendurkan otak, saat tugas sekolah menumpuk.

“Baca bikin otak refresh, tenang. Kalau saya suka novel romance. Tidak hanya dari buku, saya juga suka baca lewat handphone seperti wattpad atau lewat Ijateng,” urainya.

Baca Bersama Jawa Tengah bangkitkan semangat baca

Melihat antusiasme itu, Nawal optimistis, gerakan “Baca Bersama Jawa Tengah” akan menjadi jembatan untuk membangkitkan semangat baca, di kalangan anak muda.

BACA JUGA  OJK Jateng Dorong Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan

Dia berharap, kegiatan serupa akan direpllikasi di 35 kabupaten/ kota dan menjadi acara rutin.  “Literasi banyak disempitkan maknanya, hanya dimaknai sebagai baca tulis saja,” kata Nawal.

“Tetapi sebenarnya, literasi adalah bagaimana kemampuan untuk menyerap informasi, kemampuan mengolah informasi untuk bisa bermanfaat bagi kehidupan,” lanjutnya.

Nawal berharap, akan timbul pemikiran kritis anak hingga remaja, dalam menyikapi sebuah informasi.

Apalagi, di tengah bombardir informasi di media sosial, sehingga mereka bisa membedakan mana informasi hoaks, dan mana yang kredibel.

Isteri Wakil Gubernur Taj Yasin ini pun membagikan tips gemar membaca untuk generasi muda. “Pertama pilih satu buku yang disenangi. Kita baca, kita selami maknanya maka kita akan tambah larut kecintaan pada buku,” ujar Nawal.

BACA JUGA  Banjir Demak-Semarang Ganggu Aktivitas Masyarakat

Kemudian alokasikan satu waktu dalam 24 jam, untuk membaca dan menulis. (Htm/S-01).

Siswantini Suryandari

Related Posts

Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

LURAH Condongcatur, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta berinisial RCS, ditetapkan menjadi tersangka kasus penyalahgunaan tanah kas desa (TKD) Kalurahan Condongcatur di dua tempat kejadian perkara. Dalam kasus penyalahgunaan tanah kas…

Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

DIREKTORAT Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Jawa Tengah mengungkap sejumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Salah satunya dugaan kekerasan fisik dan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Menikmati Liburan Penuh Makna di Candi Prambanan dan Ratu Boko

  • June 30, 2026
Menikmati Liburan Penuh Makna di Candi Prambanan dan Ratu Boko

Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

  • June 30, 2026
Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

  • June 30, 2026
Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

Polda Jateng Berhasil Ungkap 75 Kasus 3C Selama Juni 2026

  • June 30, 2026
Polda Jateng Berhasil Ungkap 75 Kasus 3C Selama Juni 2026

Dinyatakan Bersalah, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun

  • June 30, 2026
Dinyatakan Bersalah, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun

TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak

  • June 30, 2026
TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak