
SPANYOL dan Portugal mengalami pemadaman listrik skala besar yang belum diketahui penyebabnya pada Senin (28/4) sore. Saat ini kondisi sudah pulih dan listrik sudah menyala.
Insiden pemadaman listrik di dua negara itu menyebabkan kekacauan di jalan raya dan bandara.
Juga transportasi kereta subway, eskalator di gedung-gedung perkantoran, apartemen, dan lainnya.
Operator jaringan listrik Portugal, Redes Energéticas Nacionais (REN), menyatakan bahwa pasokan listrik terputus di seluruh Semenanjung Iberia dan di beberapa bagian Prancis.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, mengatakan bahwa pihak berwenang masih belum mengetahui apa yang menyebabkan pemadaman tersebut.
Pemadaman ini mematikan penerangan, soket listrik, dan menyebabkan sistem kereta bawah tanah tiba-tiba berhenti beroperasi. Di Madrid, kemacetan lalu lintas terjadi setelah lampu lalu lintas tidak berfungsi.
Kementerian Dalam Negeri Spanyol mendeklarasikan keadaan darurat di wilayah Andalucia, Extremadura, Murcia, La Rioja, dan Madrid.
Setelah rapat kabinet larut malam, Perdana Menteri Portugal, Luis Montenegro mendeklarasikan krisis energi. Operator jaringan listrik memperingatkan bahwa pemulihan penuh akan menjadi “operasi yang kompleks.”
Spanyol dan Portugal terpukul
Namun menjelang dini hari Selasa (29/4) operator jaringan listrik mengatakan bahwa pasokan energi mulai pulih secara bertahap di beberapa wilayah kedua negara.
Lebih dari 87% listrik telah dipulihkan di Spanyol pada Selasa pagi, dengan semua gardu listrik yang terdampak sudah kembali berfungsi.
Menyalanya lampu-lampu disambut suka cita warga Portugal di malam hari dengan membagikan video daerahnya kembali terang saat listrik kembali menyala.
Antonio Costa, Presiden Dewan Eropa sekaligus mantan Perdana Menteri Portugal mengatakan bahwa penyebab pemadaman belum jelas, tidak ada indikasi bahwa ini merupakan serangan siber.
Namun Perdana Menteri Portugal menyalahkan Spanyol negara tetangganya atas kejadian tersebut.
Alasannya adalah pemadaman itu tidak berasal dari Portugal dan semua indikasi menunjukkan bahwa masalah tersebut bermula di Spanyol.
João Faria Conceição, kepala REN, menjelaskan bahwa Portugal terdampak parah karena negara tersebut mengimpor listrik dari Spanyol pada pagi hari.
Penyebabnya Spanyol satu jam lebih cepat dari Portugal. Dan listrik dari pembangkit tenaga surya di Spanyol lebih murah dibandingkan produksi domestik Portugal pada jam-jam tersebut. (*/S-01)








